parcuma

waiting

Parcuma
by : Foco
(cowok):

Angin bawa kabar kasana
bawa beta pung pasan
par dia disana
bilang beta pung rindu
bilang beta pung sayang
biar beta tapisah jauh
ale ada di hati

(cewek):

tunggu ale lama disini
rindu setengah mati
nyong mana ale pung janji
beta sabar menanti

sio ale nyong sampai hati
biar ale tapisah jauh
beta pegang se pung janji

(cowok):

tagantong lama
katong pung cinta
tagal mo tunggu beta

cari hidop dirantau
ternyata beta susah disini

kalo ada yang mo maso minta
nona tarima saja
jang ale pikir beta lai

perkara cinta beta cinta
mo sayang paling sayang
marsio mo biking apa
parcuma beta susah di rantau

kamis putih

lassup3.jpg

Apa itu Kamis Putih?

Seperti layaknya kita, Tuhan juga pernah mengadakan acara perpisahan. Namun perpisahan-Nya kali ini, dibayangi dengan maut yang siap menunggu-Nya di Kalvari.
Pada malam itu, terjadilah Perjamuan Terakhir, kita mengenalnya dengan ‘Kamis Putih’. Dimana terjadi Perjanjian Agung antara Tuhan dan umat manusia. Tubuh-Nya siap dikorbankan dan darah-Nya siap dicurahkan untuk menebus umat manusia.

Mengapa ini harus terjadi? Itulah kehendak Allah, dan semata-mata karena kasih. Rasul Paulus menegaskan bahwa, walau dengan ke-Ilahian-Nya, Yesus tidak mau menyombongkan diri, dan memamerkan kekuasaan-Nya, malahan ia menggunakan kemanusiaan dan kehambaan dalam diri manusia Yesus yang taat kepada rencana Bapa, sampai wafat disalib.

Akankah kitapun menahan setiap kesombongan dalam diri kita?

Lihatlah!… Sang Guru itu membasuh kaki para muridnya. Suatu perkara yang mengharukan, Ia merendahkan diri di hadapan murid-Nya sendiri. Itulah perbuatan kasih yang Ia ajarkan. Bahwa menjadi pemimpin, berarti rela untuk menjadi pelayan. Bagaimana dengan pemerintah kita? atau… bagaimana dengan kita sendiri?…

Malam itu, malam yang sungguh membahagiakan, sekaligus malam yang mengharukan. Jantung-jantung para murid berdegup kencang, tidak kuasa menahan hentakan cinta kasih yang diperbuat Tuhan. Bahkan di malam kenangan itupun, semua Gereja Allah yang tersebar di seluruh penjuru dunia, bersama-sama merayakan pengenangan luhur Perjamuan Terakhir dengan satu ujud: pengenangan akan kasih Kristus yang tiada batasnya. Kerelaan-Nya akan siap dilakukannya untuk menggantikan kita di kayu salib.