Lagu-lagu Rohani Populer Masa kini dan Pemahaman Tentang Kekristenan

bimbingan-roh-kudus-2.jpg

Aku trenyuh membaca surat amang Harahap yang ditujukannya kepada borunya, ternyata kadang kita yang muda2 ini yang kurang tahu diri dan merasa lebih ‘pintar’..
surat ini buatku mengerti bagaimana pandangan tua-tua Gereja ketika melihat kami anak muda2nya dlm masa krisis kami..

aku taruh di sini agar ketika aku mulai ‘ginjang roha + sipanggaron’ aku cepat2 bertobat..

Anyway, bagi yang lagi cari lirik lagu-lagu rohani, silahkan ke https://freewillie.wordpress.com/2007/10/25/kumpulan-lirik-lagu-rohani-kristen/

Read the rest of this entry »

Advertisements

separate lives (2)

sorry

Baru saja ngobrol2 dengan Oyen..

Aku jadi sadar kembali atas apa yang sebenarnya sudah aku ketahui :

“Selama aku masih belum bisa lupain Yose, selama itu juga aku tidak fair terhadap siapapun pasangan hidupku (termasuk juga pacarku yang sekarang ini).”

Ampuni aku Tuhan.. aku berdosa.. aku berdosa.. aku sungguh berdosa..

Aku mau belajar menaati ketetapan2Mu Tuhan..

my stupid mouth

sorry.jpg

…..My stupid mouth,
Has got me in trouble
I said too much again…..

…..Oh, its another social casualty
Score one more for me
How could I forget?
Mama said think before speaking
No filter in my head…..

Mohon maaf bagi yang marah kepadaku (terutama Renita di pagi ini) karena becanda-ku yang sering terlalu keterlaluan..

Sejak dulu aku memang bermasalah dengan lidah-ku, dan memang butuh proses untuk belajar mengendalikannya.

Buat semuanya, sekali lagi maafkan aku..

separate lives

brokenheart.JPG

…..You have no right to ask me how I feel
You have no right to speak to me so kind
We can’t go on just holding on to time
Now that we’re living separate lives

Well I held on to let you go
And if you lost your love for me, well you never let it show
There was no way to compromise
So now we’re living (living)
Separate lives…..

Tertarik untuk melakukan download lagu ini dari multiply.com dan membaca lirik ini.
Potongan lirik dari lagu “Separate live” yang dinyanyikan Phil Collins & Marilyn Martin ini bikin aku terdiam..

2 tahun berlalu dan aku masih belum bisa lupa. Belum bisa lupa bagaimana “kami” mengakhiri usaha untuk melakukan kompromi atas perbedaan.

Ketika memilih pasangan adalah berarti juga melakukan “kompromi ego”, maka “kami” gagal melakukannya. Dan konsekuensinya adalah : separate lives.

…..Some day I might (I might) find myself looking in your eyes
But for now, we’ll go on living separate lives……

Dan ketika aku sedang mencoba berkomitmen dengan “yang lain”.. ego-ku masih menginginkan kamu..

life intention

bunga lily

Hari ini aku belajar dari pasal pertama dari Katekismus Heidelberg :

1. Pert. Apakah satu-satunya penghiburan Saudara, baik pada masa hidup maupun pada waktu mati?
Jaw. Bahwa aku, dengan tubuh dan jiwaku, baik pada masa hidup maupun pada waktu mati (a), bukan milikku (b),melainkan milik Yesus Kristus, Juruselamatku yang setia (c).Dengan darah-Nya yang tak ternilai harganya Dia telah melunasi seluruh utang dosaku (d) dan melepaskan aku dari segala kuasa iblis (e). Dia juga memelihara aku (f), sehingga tidak sehelai rambut pun jatuh dari kepalaku di luar kehendak Bapa yang ada di sorga (g), bahkan segala sesuatu harus berguna untuk keselamatanku (h). Karena itu juga, oleh Roh-Nya yang Kudus, Dia memberiku kepastian mengenai hidup yang kekal (i), dan menjadikan aku sungguh-sungguh rela dan siap untuk selanjutnya mengabdi kepada-Nya (j).
Keterangan :
(a) Rom 14:7-8. (b) 1Ko 6:19. (c) 1Ko 3:23. (d) 1Pe 1:18- 19. (e) 1Yo 3:8b. (f) Yoh 6:39. (g) Mat 10:30. (h) Rom 8:28. (i) 2Ko 1:22. (j) Rom 8:14.

Banyak di antara kita yang sampai detik ini masih belum mengetahui apa tujuan hidup kita. Tanpa tujuan, kita adalah buta, meraba-raba ke mana kita harus melangkah sehingga seringkali jatuh dan bahkan terperosok. Tanpa mengerti tujuan hidup, kita tidak akan pernah mengerti ke mana kita harus melangkah dan kepada siapa kita harus menuju.

Read the rest of this entry »

terjadilah kepadaku menurut kehendakMu

Tuntun aku Tuhan

“Terjadilah padaku menurut kehendakMu”
Merupakan suatu kalimat pernyataan iman yg bahkan sulit aku percayai kalau sekarang aku mampu mengatakannya (mengingat betapa keras kepala dan keras hatiku).

Jadi merasa kalo hidupku seperti “bahtera yang mengarungi lautan yang seram”, ombak menerpa dari kiri dan kanan. Nyaris tenggelam.. hingga tanganNya sendiri yg “menangkapku”.
Lautan masih tetap seram, tapi yang beda, kini aku belajar untuk selalu melihat pelangi kasih pengharapanNya yg akan membimbingku mencapai pantaiNya yang teduh. Ini adalah pernyataan imanku.

“Life is a process”, begitu kata orang2, tapi sekarang aku jadi percaya klo “God works in that process”. Dan apa yang aku percayai tersebut bukan hanya merupakan suatu pernyataan semu. Aku merasakan sendiri klo Tuhan bener2 bekerja di dalam proses “pembentukkan”-ku.

Dan ya, kini biarlah aku bercerita di sini. Bercerita bagaimana Tuhan sendiri yang bekerja melalui Roh Kudus-nya yang setia membimbingku untuk kembali kepadaNya, kembali ke Gereja-Nya, kembali ke hati-Nya, tempat terindah..