<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for faith, hope, love</title>
	<atom:link href="http://freewillie.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://freewillie.wordpress.com</link>
	<description>1 Corinthians 13:13</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Dec 2009 09:46:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on mengejar logika saksi yehuwa by AbdiYah</title>
		<link>http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-298</link>
		<dc:creator>AbdiYah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 09:46:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-298</guid>
		<description>Kedua: 
PARA PENULIS Kekristenan (Christianity) masa awal seperti Paulus dan Rasul2 Yesus TIDAK MENGALAMI KESULITAN ketika merumuskan hubungan antara Allah Bapa [Yehuwa] dan Anak-Nya [Tuan Yesus Kristus]. Rumusan mereka, yang bersifat SUBORDINASI-DWITUNGGAL, begitu sederhana dan jelas bahkan bagi pemahaman orang2 sederhana yang TIDAK TERPELAJAR [Mr. JUNIOR benar: ’Anak kecil penjaja koran pun tidak kesulitan memahaminya’] sehingga tidak ditemukan laporan, baik dari dalam maupun dari luar PB sampai kira2 akhir Abad ke-3 Masehi,  bahwa  orang pernah mempersoalkan ”hubungan intim” di antara Keduanya, di antara Allah dan Putera-Nya, apalagi sampai menambahkan faktor ”ketiga” (Rohulkudus) bahkan ”keempat” Bunda Allah (Teotokos) yang justeru membikin bingung para pencari kebenaran Kitab Suci! Juga bila membaca keseluruhan PB tanpa dipengaruhi dogmatisme agama, maka yang didapati adalah pengajaran yang RUNTUT, jauh dari kesan belat-belit dan kontradiktif, seperti yang umum ditemukan dalam tulisan2 para apologet Susunan Kristen (Christendom) yang pada suatu masa pernah kebakaran jenggot akibat ”serangan” filsafat kafir yunani dan dunia mistik timur. 

SESEDERHANA APAKAH tulisan2 Paulus dan Rasul2 Yesus ttg ”hubungan intim” di antara Allah Yehuwa dan Yesus Kristus? Seperti pada postingan Pertama, bagian kali ini adalah lanjutan ”hak jawab” kami terhadap si freewillie {kutipan dia dimuat dalam kurung kurawal};  tanggapan kami menyusul dia, mengacu pada Alkitab versi TB-LAI,  bila ada lain-lain akan diberikan keterangan [dalam kurung siku].
{Rasul Yudas Tadeus: “Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin” (Yudas 1:24-25) Yudas Tadeus menyebut Yesus sebagai Allah yang esa dan Juruselamat.} 
Hmm, lagi-lagi si freewillie ngelantur tak karu-karuan. Baca ulang ayat2 itu baik-baik dan baca konteksnya baru buat kesimpulan yang benar! Yudas saudara Yakobus, seperti semua penulis PB yg lain, adalah penganut kuat subordinasi-dwitunggal. Di ayat itu Yudas tidak menyamakan Yesus sebagai Allah sekaligus Juruselamat, melainkan membuat perbedaan jelas antara Allah di satu pihak, sebagai satu Pribadi yg memaksudkan Bapa Yehuwa itu, DAN Yesus sebagai Anak Allah pada pihak yg lain. Penggunaan GELAR UMUM Juruselamat, sebagaimana Gembala dan Raja, yg bisa disematkan baik kepada Yesus maupun kepada Allah Yehuwa sendiri tidak dianggap hal yang tak patut dan mengherankan karena memang semua penulis PB tanpa terkecuali menganut subordinasi-dwitunggal yg melihat Yesus SATU dengan Allah Yehuwa HANYA dalam hal MAKSUD dan TUJUAN bukan dalam KODRAT dan KEPRIBADIAN namun dalam SEGALA HAL ---terutama: kuasa, kemuliaan, pengetahuan dan usia Mereka berbeda--- Jesus the Subordinate! Jadi, kesimpulan apa untuk  ayat 24 &amp; 25 menurut Yudas saudara Yakobus? Yang benar adalah KESIMPULAN YUDAS sendiri yakni: ’segala kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa dari masa lalu, sekarang dan sampai selama-lamanya hanya bagi Dia [Allah Yehuwa], Allah Yang Esa, Juruselamat kita, MELALUI Yesus Kristus Tuhan kita.’  KESIMPULAN ini bermaksud sama dengan ayat2 lain dari Yudas, misalnya:

@ Yudas 1:1 &quot;Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa [Yehuwa], DAN yang dipelihara untuk Yesus Kristus [Tuan kita].

@ Yudas 1:21 &quot;Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah [Bapa Yehuwa] sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.&quot;

Sekian dulu bagian Kedua ini. Bagian Ketiga, yg akan mengupas ”ayat bukti” freewillie berikutnya akan kami tulis dan posting beberapa hari nanti setelah balik dari kampung halaman. Sekadar intermezo agar freewillie punya bahan bakar mental sampai kita bersua minggu esok. Kami mau bilang bhw kami bangga menjadi Saksi-Saksi Yehuwa. Untuk urusan dogma [=ajaran Kitab Suci] kami seragam di seluruh dunia. SSY tidak perlu melulu tanya penatua mereka untuk semua ajaran Kitab Suci karena mrk semua diajar sama dan sepahaman ’seperti air laut yang menutupi dasarnya.’ (Yesaya 11:9)  Lain halnya dengan Susunan Kristen (Christendom), yg selain terpecah dalam berbagai mashab dan sekte, juga kacau dlm dogmatisme –para klerus bicara begini orang awam bilang begini dan begitu. Itu bisa dicontohkan dalam ”kasus” penyesatan makna dan isi Alkitab soal Allah DAN Yesus Kristus oleh si freewillie. Kitab Suci bilang ’A’ tapi dia pahami lain. Orang seperti ini sama sekali tidak tanggap akan simplisitas bahasa Kitab Suci, mungkin ancungan pedang Arab saja yg bisa membuatnya terbelalak! 



------------------------PAY ATTENTION------------------------

HIMBAUAN KEPADA SAUDARA-SAUDARIKU SAKSI-SAKSI YEHUWA DAN MEREKA YANG SERIUS MEMPELAJARI KEBENARAN ALKITAB AGAR TIDAK MELIBATKAN DIRI DALAM &quot;PEMBAHASAN&quot; ALKITAB DI FORUM-FORUM MAILINGLIST YANG DIBUAT OLEH ORANG MURTAD DAN KELOMPOK SUSUNAN AGAMA YANG MENGAKU KRISTEN. KARENA DALAM SEJUMLAH PENGALAMAN KAMI, PEMBAHASAN ALKITAB SEMACAM ITU SERING KALI BERUJUNG PADA PERDEBATAN YANG HANYA AKAN MEMBUANG-BUANG WAKTU DAN ENERGI DAN TAK JARANG LUKA EMOSI KARENA KITA MERASA GERAM KEPADA KEPALSUAN DAN ORANG-ORANG YANG MEMPROMOSIKANNYA. KITA TENTU TIDAK INGIN &quot;MELEMPARKAN MUTIARA KEPADA BABI&quot; DENGAN MELAYANI PEMBAHASAN BERSAMA ORANG-ORANG SEPERTI ITU. (MATIUS 7:6)  ADA BANYAK METODE YANG MEMUNGKINKAN KITA MENCARI, BERTEMU DAN BERTATAP MUKA LANGSUNG DENGAN PARA PENCARI KEBENARAN YANG BERHATI JUJUR, YANG DAPAT DIBANTU UNTUK MENEMUKAN JALAN MENUJU KEHIDUPAN ABADI DAN TERLINDUNG DARI KESENGSARAAN BESAR YANG TIDAK LAMA LAGI AKAN DIDATANGKAN OLEH ALLAH YANG MAHAKUASA, YEHUWA, MELALUI PUTERANYA YESUS KRISTUS DI ARMAGEDON!

TTD,


AbdiYah bpk Judith Dimona
dari Bumi Segantang Lada</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kedua:<br />
PARA PENULIS Kekristenan (Christianity) masa awal seperti Paulus dan Rasul2 Yesus TIDAK MENGALAMI KESULITAN ketika merumuskan hubungan antara Allah Bapa [Yehuwa] dan Anak-Nya [Tuan Yesus Kristus]. Rumusan mereka, yang bersifat SUBORDINASI-DWITUNGGAL, begitu sederhana dan jelas bahkan bagi pemahaman orang2 sederhana yang TIDAK TERPELAJAR [Mr. JUNIOR benar: ’Anak kecil penjaja koran pun tidak kesulitan memahaminya’] sehingga tidak ditemukan laporan, baik dari dalam maupun dari luar PB sampai kira2 akhir Abad ke-3 Masehi,  bahwa  orang pernah mempersoalkan ”hubungan intim” di antara Keduanya, di antara Allah dan Putera-Nya, apalagi sampai menambahkan faktor ”ketiga” (Rohulkudus) bahkan ”keempat” Bunda Allah (Teotokos) yang justeru membikin bingung para pencari kebenaran Kitab Suci! Juga bila membaca keseluruhan PB tanpa dipengaruhi dogmatisme agama, maka yang didapati adalah pengajaran yang RUNTUT, jauh dari kesan belat-belit dan kontradiktif, seperti yang umum ditemukan dalam tulisan2 para apologet Susunan Kristen (Christendom) yang pada suatu masa pernah kebakaran jenggot akibat ”serangan” filsafat kafir yunani dan dunia mistik timur. </p>
<p>SESEDERHANA APAKAH tulisan2 Paulus dan Rasul2 Yesus ttg ”hubungan intim” di antara Allah Yehuwa dan Yesus Kristus? Seperti pada postingan Pertama, bagian kali ini adalah lanjutan ”hak jawab” kami terhadap si freewillie {kutipan dia dimuat dalam kurung kurawal};  tanggapan kami menyusul dia, mengacu pada Alkitab versi TB-LAI,  bila ada lain-lain akan diberikan keterangan [dalam kurung siku].<br />
{Rasul Yudas Tadeus: “Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin” (Yudas 1:24-25) Yudas Tadeus menyebut Yesus sebagai Allah yang esa dan Juruselamat.}<br />
Hmm, lagi-lagi si freewillie ngelantur tak karu-karuan. Baca ulang ayat2 itu baik-baik dan baca konteksnya baru buat kesimpulan yang benar! Yudas saudara Yakobus, seperti semua penulis PB yg lain, adalah penganut kuat subordinasi-dwitunggal. Di ayat itu Yudas tidak menyamakan Yesus sebagai Allah sekaligus Juruselamat, melainkan membuat perbedaan jelas antara Allah di satu pihak, sebagai satu Pribadi yg memaksudkan Bapa Yehuwa itu, DAN Yesus sebagai Anak Allah pada pihak yg lain. Penggunaan GELAR UMUM Juruselamat, sebagaimana Gembala dan Raja, yg bisa disematkan baik kepada Yesus maupun kepada Allah Yehuwa sendiri tidak dianggap hal yang tak patut dan mengherankan karena memang semua penulis PB tanpa terkecuali menganut subordinasi-dwitunggal yg melihat Yesus SATU dengan Allah Yehuwa HANYA dalam hal MAKSUD dan TUJUAN bukan dalam KODRAT dan KEPRIBADIAN namun dalam SEGALA HAL &#8212;terutama: kuasa, kemuliaan, pengetahuan dan usia Mereka berbeda&#8212; Jesus the Subordinate! Jadi, kesimpulan apa untuk  ayat 24 &amp; 25 menurut Yudas saudara Yakobus? Yang benar adalah KESIMPULAN YUDAS sendiri yakni: ’segala kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa dari masa lalu, sekarang dan sampai selama-lamanya hanya bagi Dia [Allah Yehuwa], Allah Yang Esa, Juruselamat kita, MELALUI Yesus Kristus Tuhan kita.’  KESIMPULAN ini bermaksud sama dengan ayat2 lain dari Yudas, misalnya:</p>
<p>@ Yudas 1:1 &#8220;Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa [Yehuwa], DAN yang dipelihara untuk Yesus Kristus [Tuan kita].</p>
<p>@ Yudas 1:21 &#8220;Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah [Bapa Yehuwa] sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.&#8221;</p>
<p>Sekian dulu bagian Kedua ini. Bagian Ketiga, yg akan mengupas ”ayat bukti” freewillie berikutnya akan kami tulis dan posting beberapa hari nanti setelah balik dari kampung halaman. Sekadar intermezo agar freewillie punya bahan bakar mental sampai kita bersua minggu esok. Kami mau bilang bhw kami bangga menjadi Saksi-Saksi Yehuwa. Untuk urusan dogma [=ajaran Kitab Suci] kami seragam di seluruh dunia. SSY tidak perlu melulu tanya penatua mereka untuk semua ajaran Kitab Suci karena mrk semua diajar sama dan sepahaman ’seperti air laut yang menutupi dasarnya.’ (Yesaya 11:9)  Lain halnya dengan Susunan Kristen (Christendom), yg selain terpecah dalam berbagai mashab dan sekte, juga kacau dlm dogmatisme –para klerus bicara begini orang awam bilang begini dan begitu. Itu bisa dicontohkan dalam ”kasus” penyesatan makna dan isi Alkitab soal Allah DAN Yesus Kristus oleh si freewillie. Kitab Suci bilang ’A’ tapi dia pahami lain. Orang seperti ini sama sekali tidak tanggap akan simplisitas bahasa Kitab Suci, mungkin ancungan pedang Arab saja yg bisa membuatnya terbelalak! </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;PAY ATTENTION&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>HIMBAUAN KEPADA SAUDARA-SAUDARIKU SAKSI-SAKSI YEHUWA DAN MEREKA YANG SERIUS MEMPELAJARI KEBENARAN ALKITAB AGAR TIDAK MELIBATKAN DIRI DALAM &#8220;PEMBAHASAN&#8221; ALKITAB DI FORUM-FORUM MAILINGLIST YANG DIBUAT OLEH ORANG MURTAD DAN KELOMPOK SUSUNAN AGAMA YANG MENGAKU KRISTEN. KARENA DALAM SEJUMLAH PENGALAMAN KAMI, PEMBAHASAN ALKITAB SEMACAM ITU SERING KALI BERUJUNG PADA PERDEBATAN YANG HANYA AKAN MEMBUANG-BUANG WAKTU DAN ENERGI DAN TAK JARANG LUKA EMOSI KARENA KITA MERASA GERAM KEPADA KEPALSUAN DAN ORANG-ORANG YANG MEMPROMOSIKANNYA. KITA TENTU TIDAK INGIN &#8220;MELEMPARKAN MUTIARA KEPADA BABI&#8221; DENGAN MELAYANI PEMBAHASAN BERSAMA ORANG-ORANG SEPERTI ITU. (MATIUS 7:6)  ADA BANYAK METODE YANG MEMUNGKINKAN KITA MENCARI, BERTEMU DAN BERTATAP MUKA LANGSUNG DENGAN PARA PENCARI KEBENARAN YANG BERHATI JUJUR, YANG DAPAT DIBANTU UNTUK MENEMUKAN JALAN MENUJU KEHIDUPAN ABADI DAN TERLINDUNG DARI KESENGSARAAN BESAR YANG TIDAK LAMA LAGI AKAN DIDATANGKAN OLEH ALLAH YANG MAHAKUASA, YEHUWA, MELALUI PUTERANYA YESUS KRISTUS DI ARMAGEDON!</p>
<p>TTD,</p>
<p>AbdiYah bpk Judith Dimona<br />
dari Bumi Segantang Lada</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on mengejar logika saksi yehuwa by AbdiYah</title>
		<link>http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-297</link>
		<dc:creator>AbdiYah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 11:59:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-297</guid>
		<description>[Mengingat ruangan yg terbatas maka tulisan ini rencananya akan kami posting dalam tiga bagian]

Pertama: DUA CATATAN PENGANTAR YANG PATUT DIBERI PERHATIAN!

(1)     Penulis2 Perjanjian Baru (PB) termasuk Paulus dan Rasul2 Yesus adalah penganut SUBORDINASI-DWITUNGGAL. TIDAK ADA TRITUNGGAL misterius atau mistis dalam tulisan PB. Ketika penulis PB menulis ttg &quot;Allah&quot; maka yg mereka maksud adalah Sang Bapa Yehuwa, Satu-satunya Allah Yang Benar; dan ketika mrk menulis ttg &quot;Tuhan&quot; (TB-LAI) --kecuali bergantung konteks kutipan dari PL--, maka selalu yg mrk maksud adalah sang Boss orang Kristen, Majikan dan Penyelamat kita, TUAN Yesus Kristus.  &quot;Allah&quot; DAN &quot;Tuhan/Tuan&quot; atau &quot;Bapa&quot; DAN &quot;Anak&quot; sebagaimana Yehuwa DAN Yesus, adalah sebuah RUMUSAN paling sakral tetapi paling jelas perihal hubungan ke-Dua Tokoh itu yg bisa ditemukan hampir dlm semua bagian tulisan PB. Rumusan itu sebegitu nyata sampai2 seorang pakar Alkitab berujar: PB mengandung berita dari dwitunggal, bukan ttg tritunggal!

(2)     Para penulis naskah asli PB, seperti yg akan kita lihat, terbukti konsisten pada haluan yg mrk percayai ttg kedudukan Yesus yg selalu lebih rendah [subordinate] terhadap Allah, Bapa-Nya. Jadi bila belakangan ada yg seolah-olah &quot;membuat&quot; Yesus itu Allah, Allah itu Yesus, maka sudah dapat dipastikan INI merupakan upaya kaum trinitarian gereja-negara utk menyuport paham tritunggal-politeistik mrk sendiri. Perlu diperhatikan juga bahwa dgn diperkenalkan untuk pertama kali &quot;tanda2 baca&quot; berikut pembagian pasal dan ayat oleh Robert Estienne atas naskah2 berhuruf Uncial, di satu sisi naskah PB yg &quot;kuno&quot; menjadi mudah untuk dipahami maksudnya oleh pembaca pd masa sesudahnya; tetapi tidak jarang oleh absurditas gereja susunan kristen, sejumlah penerjemah mengkhianati reputasi akademisnya sendiri demi mendukung paham trinitarian yg masih polemik terus hingga sekarang. Kasus2 paling mencolok dlm hal ini di antaranya penempatan &#039;tanda2 baca&#039; tidak pada tempatnya sehingga mengaburkan atau memberikan arti lain yg mengarah pada &quot;pemenangan&quot; dokmatisme bikinan gereja sendiri; atau secara terang-terangan menyisipkan (interpolasi) kata atau frase ke dalam teks yg berterima (textus receptus) untuk tujuan yg sama, seperti yg bisa dicontohkan dlm kasus Surat I Yohanes 5:7-8 (TB-LAI) yg kami berikan tanda petik berikut ini: &quot;5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.&quot; PERHATIKAN bahwa kata2 dalam kurung siku [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi] ITU DISISIPKAN atau ditambahkan untuk mendukung paham atau doktrin TRITUNGGAL gereja susunan kristen. Dalam naskah2 paling tua kata2 dalam kurung siku itu tidak pernah ada!

Sekarang, bila semua penulis PB adalah kaum subordinasi-dwitunggal maka timbul pertanyaan: bagaimana dgn &quot;ayat2 bukti&quot; yg dicobabangunkan oleh para penganut tritunggal, seperti si freewillie? Sudah pasti upaya orang2 seperti ini ibarat mencoba menegakkan benang basah, vanityfully! Satu hal harus dicamkan bahwa tidak ada kontradiksi dalam tulisan seorang penulis yg mahir apalagi seorang penulis PB yg diilhami Roh Allah; jadi, bila misalnya, Paulus atau Petrus atau penulis PB yg lain menulis ttg &quot;A&quot; tapi ada orang seperti si anu mencoba memperlihatkan &quot;ayat bukti&quot; bhw sesungguhnya (menurut si anu ini) Paulus atau Petrus berbicara atau memaksudkan &quot;A-Aksen&quot; atau bahkan &quot;B&quot; atau Z, maka berdasarkan poin (2) di atas, yg keliru adalah si penerjemah Alkitab BUKAN naskah asli dari Paulus atau Petrus; atau bahkan si anu itu sendiri yg keliru karena dia mengacu kepada naskah yg keliru diterjemahkan atau bisa jadi naskahnya sudah jelas dan benar, namun dia mengira perlu “diperbenarkan” lagi, tapi jadinya SALAH!

MARI kita memeriksa &quot;ayat bukti&quot; yg si freewillie coba bangun. Berikut ini, dalam setiap KURUNG KURAWAL adalah kutipan si freewillie, selebihnya adalah tanggapan kami.

{Rasul Petrus: “Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 1:1) Petrus menyebut Yesus sebagai Allah dan Juruselamatnya.}

PERHATIKAN kembali poin (1) di atas. RUMUSAN Allah DAN Tuhan/TUAN (Yesus Kristus) sangat kental dan familiar bagi semua penulis PB dan orang Kristen masa awal karena mereka semua adalah penganut subordinasi-dwitunggal. Ketika mereka menulis/membaca rumusan ALLAH dan (Tuhan) YESUS, mereka langsung maklum bahwa sesungguhnya itu memaksudkan/berasal DARI ALLAH [Yehuwa] Sang Bapa DAN DARI Putera-Nya [Yesus Kristus]. Rumusan dlm salam Rasul Petrus di ayat 1 ini tidak menjelaskan bhw Yesus Kristus itu Allah, TETAPI memaksudkan bahwa [para pembacanya memperoleh]  &#039;keadilan itu DARI  Allah [Yehuwa] dan DARI Juruselamat mrk [Yesus Kristus]&#039;. Jadi ada Dua Pribadi (bukan satu) yg disebut di situ, yaitu: Allah DAN Juruselamat ---Yehuwa DAN Yesus--- bukan Allah ATAU Juruselamat.

Sekarang coba perhatikan RUMUSAN serupa dalam tulisan2 sang Rasul dan para penulis PB lainnya dan camkan alur pemikiran mrk berdasarkan konteks atau ikatan kalimatnya. Pada beberapa kata/frase kami memberikan eksegese lateral [dalam kurung siku] berdasarkan konteks atau ikatan kalimat sehingga teks itu semakin lebih jelas dipahami:

@ 2 Petrus 1:2 &quot;Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan AKAN Allah dan AKAN Yesus, Tuhan kita.&quot;

2 Petrus 1:2 ini adalah ayat berikut sesudah &quot;ayat bukti&quot; (2 Petrus 1:1) yg dicoba-bangun oleh si freewillie utk mendukung gagasan bhw Yesus adalah Allah dan Juruselamat. Tapi gagasan salah berdasar &quot;ayat bukti&quot; tersebut gugur manakala konteksnya, pd ayat 2, memperjelas maksud ayat 1. Sesungguhnya sangat jelas menurut sang Rasul, di ayat 2, bahwa &#039;kasih karunia dan damai sejahtera melimpah ke atas para pembacanya karena pengenalan mrk AKAN Allah [Yehuwa] dan AKAN Yesus [Tuhan mrk]&#039;. Rumusan &quot;PENGENALAN AKAN ALLAH dan AKAN YESUS KRISTUS&quot; seperti  ini betaburan di banyak tempat dlm PB, seperti pd contoh tulisan Rasul Yohanes berikut ini: &quot;Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka MENGENAL Engkau [Yehuwa], satu-satunya Allah yang benar [yg menekankan kpd Yehuwa itu], DAN MENGENAL Yesus Kristus [Anak Allah] yang telah Engkau [Yehuwa] utus&quot; (Yohanes 17:3). Petrus dan Yohanes dan para penulis PB memiliki rumusan baku yg jelas dan seragam ttg PERBEDAAN Allah DAN Kristus [bukan Allah ATAU Kristus], karena mereka semua, sekali lagi, menganut subordinasi-dwitunggal. Kembali pd contoh di 2 Petrus 1:2 tadi, Petrus membuat jelas PERBEDAAN antara Allah DAN Yesus, karena pilihan kata depan dan kata sandang Yunani yg dia pakai mendukung hal itu. Lihat transliterasi teks kunci berikut ini: &quot;…EN epignosEI TOU TheOU kai Iesou TOU kuriOU hemon.&quot; Perhatikan kata benda-datif-tunggal-feminim yg tertulis sebagai &#039;epignosEI&#039; tanpa kata sandang &#039;TEI&#039; yg menyusul kata depan &#039;EN&#039; dan dilanjutkan dgn penyebutan dua kata benda turunan, sejajar-bertingkat, kasus genetif-tunggal-maskulin yakni &#039;TOU Theou&#039; dan &#039;TOU kuriou&#039;, yg kalau secara keseluruhan naskah membentuk dua frase sejajar-bertingkat yg oleh TB-LAI diterjemahkan sudah tepat, namun lebih tepat lagi oleh Kingdom Interlinear Translation berikut ini: &quot;…dalam pengenalan yg saksama AKAN Allah (itu), dan AKAN Yesus Tuan kita.&quot; Jadi kesimpulannya tetap sama dengan di atas, yakni: kita perlu memiliki pengenalan akan Allah Bapa Yehuwa DAN akan Anak-Nya Yesus Kristus agar kita peroleh keselamatan dan hidup kekal (Bnd. Yoh. 3:17; 17:3).

@ 2 Petrus 1:17 &quot;Kami menyaksikan, bagaimana Ia [Yesus] menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa [Yehuwa], ketika datang kepada-Nya [Yesus] suara dari Yang Mahamulia [Yehuwa], yang mengatakan: &quot;Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.&quot;

Rasul Petrus jelas mengulangi apa yg pernah dia dengar pd peristiwa transfigurasi Yesus di atas gunung, ketika Sang Bapa Yehuwa dari sorga ber-firman kpd Sang Firman/Yesus di bumi bhw dia sangat diperkenan oleh Dia. Perhatikan bhw bahkan Petrus menyebut Yehuwa sebagai &quot;Yang Mahamulia&quot; (Yunani: &#039;megaloprepous&#039;), satu-satunya gelar khusus yg hanya layak disandang oleh Allah Yehuwa sendiri dan bukan untuk Yesus (Bnd. Kisah 7:2,55 TB-LAI).
@ 1 Petrus 1:3 &quot;Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan&quot;

PERHATIKAN. Tidak ada pernyataan Rasul Petrus yg lebih jelas dari ayat ini. Petrus bukan saja mengatakan &#039;terpujilah Allah DAN Bapa kita&#039; tetapi &quot;terpujilah Allah DAN Bapa [DARI] Tuhan kita Yesus Kristus.&quot; Jelas bagi Petrus bahwa Yesus Kristus juga mempunyai &quot;ALLAH dan BAPA,&quot;  sama seperti yg Rasul Yohanes rekam dari percakapan antara Yesus dan Maria Magdalena: &quot;…pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BAPA-KU dan BAPA-MU, kepada ALLAH-KU dan ALLAH-MU&quot; (Yohanes 20:17). Sangat jelas bagi para rasul ini bahwa Allah dan Bapa DARI Yesus ADALAH JUGA Allah dan Bapa DARI para rasul murid Yesus!

@ 1 Petrus 1:20,21 “Ia [Yesus] telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya [Yesus] pada zaman akhir. Oleh Dialah [Yesus] kamu percaya kepada Allah [Yehuwa], yang telah membangkitkan Dia [Yesus] dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya [Yesus], sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah [Yehuwa].”

Apapun kegiatan Yesus, semuanya dia lakukan agar iman dan pengharapan kamu tertuju kepada Allah Yehuwa!

{Rasul Yohanes: “Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.” (1 Yohanes 5:20)  Yohanes menyebut Yesus sebagai Allah yang benar.}

PERHATIKAN. Lagi2 “ayat bukti” si freewillie bakal rontok bila rinciannya disingkapkan melalui konteks ayat2 sebelum dan sesudahnya.  Di  1 Yohanes 5:20 sang Rasul Yohanes jelas mau bilang bahwa “Yang Benar” itu Allah Yehuwa [bukan Yesus]; dan bhw frase “Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal” sekadar menekankan maksud Yohanes kpd “Yang Benar” yakni Yehuwa ITU sendiri. Satu fakta yg jelas dari naskah Yunani untuk kata “Dia” pd frase ‘Dia adalah Allah yg benar…’ seharusnya tidak diterjemahkan ‘Dia’ tetapi “Ini” atau “Itu” karena yg Yohanes pakai adalah kata sandang nominatif tunggal maskulin ‘O [baca: HO] menyusul ESTIN [= ADALAH] yang seharusnya berarti “INI adalah” bukan “Dia adalah”. Selengkapnya frase Yunani di tempat itu kami transliterasi: “…ESTIN HO alethinos Theos kai he zoe aionios”  yang oleh Parsing &amp; Strong serta KJV or Authorized Version diterjemahkan dgn tepat sebagai “THIS IS the true God, and eternal life.” Jadi TB-LAI telah keliru menerjemahkan bagian sederhana tapi penting itu sehingga si freewillie pun ikut2an keliru! Lagipula, bila 1 Yohanes 5:20 ditafsir menuurut selera si freewillie bhw  “Yang Benar” itu Yesus Kristus, maka maksud ayat itu akan menjadi RANCU karena di awal ayat itu sang Rasul baru saja memperkenalkan ‘Anak Allah yg datang memberikan pengertian kpd kita ttg Yang Benar’ selanjutnya disusul frase ‘Anak-Nya Yesus Kristus’ [Anak dari Yang Benar itu] yg mau tidak mau mengarahkan fokus pembaca kpd subyek locus-sentralis di situ, yakni Allah atau Yang Benar [Yehuwa] dan bukan kpd Anak-Nya. Terjemahan yg lebih akurat dibanding TB-LAI untuk  ayat 1 Yohanes 5:20 adalah ini, “[Tetapi] kita tahu bhw Anak Allah telah datang dan telah memberikan kita pemahaman, agar kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar itu,  melalui anak-Nya Yesus Kristus. Ini adalah Allah Yang Benar, dan hidup yg kekal.”

Perhatikan contoh2 rumusan baku Rasul Yohanes ttg posisi subordinasi-dwitunggal Yesus-Yehuwa [yang dalam banyak kutipan berikut ini kami tak perlu menjelaskan apa2 karena sudah sedemikian jelas!]: 

@ 1 Yohanes 5:1 “Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah [Yehuwa]; dan setiap orang yang mengasihi Dia [Allah Yehuwa] yang melahirkan, mengasihi juga dia [Yesus] yang lahir dari pada-Nya [Allah Yehuwa].”

@ 1 Yohanes 5:18 “Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah [Yehuwa], tidak berbuat dosa; tetapi Dia [Yesus] yang lahir dari Allah [Yehuwa] melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.”

@ 1 Yohanes 4:14,15 “Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa [Yehuwa] telah mengutus Anak-Nya [Yesus] menjadi Juruselamat dunia.  Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah [jadi bukan Allah Anak], ALLAH [YEHUWA] TETAP BERADA DI DALAM DIA DAN DIA DI DALAM ALLAH.”

Perhatikan bahwa bukan saja rumusan subordinasi-dwitunggal Yesus-Yehuwa begitu kental dalam tulisan rasul Yohanes, namun juga bagaimana sang rasul merumuskan ke-SATU-an LANGKAH atau MAKSUD dan TUJUAN dari ALLAH-YESUS-ORANG PERCAYA dgn ungkapan khas, yg seringkali disalahmengerti kaum trinitarian sebagai bukti Yesus = Allah, yakni ungkapan “Allah di dalam dia dan dia di dalam Allah.” Ungkapan seperti ini bisa dibaca banyak dalam catatan Injil [Yohanes 14:10,11; 15:9,10; 17:23,25,26, etc]. Terhadap ungkapan khas Yohanes, Yohanes sendirilah yg justeru memberi kita pengertian yg jauh lebih akurat daripada spekulasi filosofis dan penafsiran konyol para penganut tritunggal. Perhatikan betapa sederhana dan mudahnya Yohanes “menangkap” pesan Yesus sendiri ttg hubungan ke-ESA-an Allah-Kristus-Orang beriman, dlm ayat2 ini:

@ Yohanes 14:20 “Pada waktu itulah kamu [para murid/orang percaya] akan tahu, bahwa AKU [Yesus] DI DALAM BAPA-KU [Allah Yehuwa] dan KAMU DI DALAM AKU dan AKU DI DALAM KAMU.”  

@ Yohanes 17:21 “Supaya mereka semua [para murid/orang percaya] menjadi SATU, sama seperti Engkau, ya Bapa [Yehuwa], di dalam Aku [Yesus] dan Aku di dalam Engkau [Yehuwa], agar MEREKA [para murid/orang percaya] JUGA DI DALAM KITA [Yehuwa &amp; Yesus], supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

BENAR-BENAR UNGKAPAN KEESAAN YANG HIRARKIS: KEESAAN DALAM MAKSUD DAN TUJUAN DAN BUKAN DALAM KODRAT DAN KEPRIBADIAN!
	





(TO BE CONTINUE)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[Mengingat ruangan yg terbatas maka tulisan ini rencananya akan kami posting dalam tiga bagian]</p>
<p>Pertama: DUA CATATAN PENGANTAR YANG PATUT DIBERI PERHATIAN!</p>
<p>(1)     Penulis2 Perjanjian Baru (PB) termasuk Paulus dan Rasul2 Yesus adalah penganut SUBORDINASI-DWITUNGGAL. TIDAK ADA TRITUNGGAL misterius atau mistis dalam tulisan PB. Ketika penulis PB menulis ttg &#8220;Allah&#8221; maka yg mereka maksud adalah Sang Bapa Yehuwa, Satu-satunya Allah Yang Benar; dan ketika mrk menulis ttg &#8220;Tuhan&#8221; (TB-LAI) &#8211;kecuali bergantung konteks kutipan dari PL&#8211;, maka selalu yg mrk maksud adalah sang Boss orang Kristen, Majikan dan Penyelamat kita, TUAN Yesus Kristus.  &#8220;Allah&#8221; DAN &#8220;Tuhan/Tuan&#8221; atau &#8220;Bapa&#8221; DAN &#8220;Anak&#8221; sebagaimana Yehuwa DAN Yesus, adalah sebuah RUMUSAN paling sakral tetapi paling jelas perihal hubungan ke-Dua Tokoh itu yg bisa ditemukan hampir dlm semua bagian tulisan PB. Rumusan itu sebegitu nyata sampai2 seorang pakar Alkitab berujar: PB mengandung berita dari dwitunggal, bukan ttg tritunggal!</p>
<p>(2)     Para penulis naskah asli PB, seperti yg akan kita lihat, terbukti konsisten pada haluan yg mrk percayai ttg kedudukan Yesus yg selalu lebih rendah [subordinate] terhadap Allah, Bapa-Nya. Jadi bila belakangan ada yg seolah-olah &#8220;membuat&#8221; Yesus itu Allah, Allah itu Yesus, maka sudah dapat dipastikan INI merupakan upaya kaum trinitarian gereja-negara utk menyuport paham tritunggal-politeistik mrk sendiri. Perlu diperhatikan juga bahwa dgn diperkenalkan untuk pertama kali &#8220;tanda2 baca&#8221; berikut pembagian pasal dan ayat oleh Robert Estienne atas naskah2 berhuruf Uncial, di satu sisi naskah PB yg &#8220;kuno&#8221; menjadi mudah untuk dipahami maksudnya oleh pembaca pd masa sesudahnya; tetapi tidak jarang oleh absurditas gereja susunan kristen, sejumlah penerjemah mengkhianati reputasi akademisnya sendiri demi mendukung paham trinitarian yg masih polemik terus hingga sekarang. Kasus2 paling mencolok dlm hal ini di antaranya penempatan &#8216;tanda2 baca&#8217; tidak pada tempatnya sehingga mengaburkan atau memberikan arti lain yg mengarah pada &#8220;pemenangan&#8221; dokmatisme bikinan gereja sendiri; atau secara terang-terangan menyisipkan (interpolasi) kata atau frase ke dalam teks yg berterima (textus receptus) untuk tujuan yg sama, seperti yg bisa dicontohkan dlm kasus Surat I Yohanes 5:7-8 (TB-LAI) yg kami berikan tanda petik berikut ini: &#8220;5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.&#8221; PERHATIKAN bahwa kata2 dalam kurung siku [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi] ITU DISISIPKAN atau ditambahkan untuk mendukung paham atau doktrin TRITUNGGAL gereja susunan kristen. Dalam naskah2 paling tua kata2 dalam kurung siku itu tidak pernah ada!</p>
<p>Sekarang, bila semua penulis PB adalah kaum subordinasi-dwitunggal maka timbul pertanyaan: bagaimana dgn &#8220;ayat2 bukti&#8221; yg dicobabangunkan oleh para penganut tritunggal, seperti si freewillie? Sudah pasti upaya orang2 seperti ini ibarat mencoba menegakkan benang basah, vanityfully! Satu hal harus dicamkan bahwa tidak ada kontradiksi dalam tulisan seorang penulis yg mahir apalagi seorang penulis PB yg diilhami Roh Allah; jadi, bila misalnya, Paulus atau Petrus atau penulis PB yg lain menulis ttg &#8220;A&#8221; tapi ada orang seperti si anu mencoba memperlihatkan &#8220;ayat bukti&#8221; bhw sesungguhnya (menurut si anu ini) Paulus atau Petrus berbicara atau memaksudkan &#8220;A-Aksen&#8221; atau bahkan &#8220;B&#8221; atau Z, maka berdasarkan poin (2) di atas, yg keliru adalah si penerjemah Alkitab BUKAN naskah asli dari Paulus atau Petrus; atau bahkan si anu itu sendiri yg keliru karena dia mengacu kepada naskah yg keliru diterjemahkan atau bisa jadi naskahnya sudah jelas dan benar, namun dia mengira perlu “diperbenarkan” lagi, tapi jadinya SALAH!</p>
<p>MARI kita memeriksa &#8220;ayat bukti&#8221; yg si freewillie coba bangun. Berikut ini, dalam setiap KURUNG KURAWAL adalah kutipan si freewillie, selebihnya adalah tanggapan kami.</p>
<p>{Rasul Petrus: “Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 1:1) Petrus menyebut Yesus sebagai Allah dan Juruselamatnya.}</p>
<p>PERHATIKAN kembali poin (1) di atas. RUMUSAN Allah DAN Tuhan/TUAN (Yesus Kristus) sangat kental dan familiar bagi semua penulis PB dan orang Kristen masa awal karena mereka semua adalah penganut subordinasi-dwitunggal. Ketika mereka menulis/membaca rumusan ALLAH dan (Tuhan) YESUS, mereka langsung maklum bahwa sesungguhnya itu memaksudkan/berasal DARI ALLAH [Yehuwa] Sang Bapa DAN DARI Putera-Nya [Yesus Kristus]. Rumusan dlm salam Rasul Petrus di ayat 1 ini tidak menjelaskan bhw Yesus Kristus itu Allah, TETAPI memaksudkan bahwa [para pembacanya memperoleh]  &#8216;keadilan itu DARI  Allah [Yehuwa] dan DARI Juruselamat mrk [Yesus Kristus]&#8216;. Jadi ada Dua Pribadi (bukan satu) yg disebut di situ, yaitu: Allah DAN Juruselamat &#8212;Yehuwa DAN Yesus&#8212; bukan Allah ATAU Juruselamat.</p>
<p>Sekarang coba perhatikan RUMUSAN serupa dalam tulisan2 sang Rasul dan para penulis PB lainnya dan camkan alur pemikiran mrk berdasarkan konteks atau ikatan kalimatnya. Pada beberapa kata/frase kami memberikan eksegese lateral [dalam kurung siku] berdasarkan konteks atau ikatan kalimat sehingga teks itu semakin lebih jelas dipahami:</p>
<p>@ 2 Petrus 1:2 &#8220;Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan AKAN Allah dan AKAN Yesus, Tuhan kita.&#8221;</p>
<p>2 Petrus 1:2 ini adalah ayat berikut sesudah &#8220;ayat bukti&#8221; (2 Petrus 1:1) yg dicoba-bangun oleh si freewillie utk mendukung gagasan bhw Yesus adalah Allah dan Juruselamat. Tapi gagasan salah berdasar &#8220;ayat bukti&#8221; tersebut gugur manakala konteksnya, pd ayat 2, memperjelas maksud ayat 1. Sesungguhnya sangat jelas menurut sang Rasul, di ayat 2, bahwa &#8216;kasih karunia dan damai sejahtera melimpah ke atas para pembacanya karena pengenalan mrk AKAN Allah [Yehuwa] dan AKAN Yesus [Tuhan mrk]&#8216;. Rumusan &#8220;PENGENALAN AKAN ALLAH dan AKAN YESUS KRISTUS&#8221; seperti  ini betaburan di banyak tempat dlm PB, seperti pd contoh tulisan Rasul Yohanes berikut ini: &#8220;Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka MENGENAL Engkau [Yehuwa], satu-satunya Allah yang benar [yg menekankan kpd Yehuwa itu], DAN MENGENAL Yesus Kristus [Anak Allah] yang telah Engkau [Yehuwa] utus&#8221; (Yohanes 17:3). Petrus dan Yohanes dan para penulis PB memiliki rumusan baku yg jelas dan seragam ttg PERBEDAAN Allah DAN Kristus [bukan Allah ATAU Kristus], karena mereka semua, sekali lagi, menganut subordinasi-dwitunggal. Kembali pd contoh di 2 Petrus 1:2 tadi, Petrus membuat jelas PERBEDAAN antara Allah DAN Yesus, karena pilihan kata depan dan kata sandang Yunani yg dia pakai mendukung hal itu. Lihat transliterasi teks kunci berikut ini: &#8220;…EN epignosEI TOU TheOU kai Iesou TOU kuriOU hemon.&#8221; Perhatikan kata benda-datif-tunggal-feminim yg tertulis sebagai &#8216;epignosEI&#8217; tanpa kata sandang &#8216;TEI&#8217; yg menyusul kata depan &#8216;EN&#8217; dan dilanjutkan dgn penyebutan dua kata benda turunan, sejajar-bertingkat, kasus genetif-tunggal-maskulin yakni &#8216;TOU Theou&#8217; dan &#8216;TOU kuriou&#8217;, yg kalau secara keseluruhan naskah membentuk dua frase sejajar-bertingkat yg oleh TB-LAI diterjemahkan sudah tepat, namun lebih tepat lagi oleh Kingdom Interlinear Translation berikut ini: &#8220;…dalam pengenalan yg saksama AKAN Allah (itu), dan AKAN Yesus Tuan kita.&#8221; Jadi kesimpulannya tetap sama dengan di atas, yakni: kita perlu memiliki pengenalan akan Allah Bapa Yehuwa DAN akan Anak-Nya Yesus Kristus agar kita peroleh keselamatan dan hidup kekal (Bnd. Yoh. 3:17; 17:3).</p>
<p>@ 2 Petrus 1:17 &#8220;Kami menyaksikan, bagaimana Ia [Yesus] menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa [Yehuwa], ketika datang kepada-Nya [Yesus] suara dari Yang Mahamulia [Yehuwa], yang mengatakan: &#8220;Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.&#8221;</p>
<p>Rasul Petrus jelas mengulangi apa yg pernah dia dengar pd peristiwa transfigurasi Yesus di atas gunung, ketika Sang Bapa Yehuwa dari sorga ber-firman kpd Sang Firman/Yesus di bumi bhw dia sangat diperkenan oleh Dia. Perhatikan bhw bahkan Petrus menyebut Yehuwa sebagai &#8220;Yang Mahamulia&#8221; (Yunani: &#8216;megaloprepous&#8217;), satu-satunya gelar khusus yg hanya layak disandang oleh Allah Yehuwa sendiri dan bukan untuk Yesus (Bnd. Kisah 7:2,55 TB-LAI).<br />
@ 1 Petrus 1:3 &#8220;Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan&#8221;</p>
<p>PERHATIKAN. Tidak ada pernyataan Rasul Petrus yg lebih jelas dari ayat ini. Petrus bukan saja mengatakan &#8216;terpujilah Allah DAN Bapa kita&#8217; tetapi &#8220;terpujilah Allah DAN Bapa [DARI] Tuhan kita Yesus Kristus.&#8221; Jelas bagi Petrus bahwa Yesus Kristus juga mempunyai &#8220;ALLAH dan BAPA,&#8221;  sama seperti yg Rasul Yohanes rekam dari percakapan antara Yesus dan Maria Magdalena: &#8220;…pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BAPA-KU dan BAPA-MU, kepada ALLAH-KU dan ALLAH-MU&#8221; (Yohanes 20:17). Sangat jelas bagi para rasul ini bahwa Allah dan Bapa DARI Yesus ADALAH JUGA Allah dan Bapa DARI para rasul murid Yesus!</p>
<p>@ 1 Petrus 1:20,21 “Ia [Yesus] telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya [Yesus] pada zaman akhir. Oleh Dialah [Yesus] kamu percaya kepada Allah [Yehuwa], yang telah membangkitkan Dia [Yesus] dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya [Yesus], sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah [Yehuwa].”</p>
<p>Apapun kegiatan Yesus, semuanya dia lakukan agar iman dan pengharapan kamu tertuju kepada Allah Yehuwa!</p>
<p>{Rasul Yohanes: “Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.” (1 Yohanes 5:20)  Yohanes menyebut Yesus sebagai Allah yang benar.}</p>
<p>PERHATIKAN. Lagi2 “ayat bukti” si freewillie bakal rontok bila rinciannya disingkapkan melalui konteks ayat2 sebelum dan sesudahnya.  Di  1 Yohanes 5:20 sang Rasul Yohanes jelas mau bilang bahwa “Yang Benar” itu Allah Yehuwa [bukan Yesus]; dan bhw frase “Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal” sekadar menekankan maksud Yohanes kpd “Yang Benar” yakni Yehuwa ITU sendiri. Satu fakta yg jelas dari naskah Yunani untuk kata “Dia” pd frase ‘Dia adalah Allah yg benar…’ seharusnya tidak diterjemahkan ‘Dia’ tetapi “Ini” atau “Itu” karena yg Yohanes pakai adalah kata sandang nominatif tunggal maskulin ‘O [baca: HO] menyusul ESTIN [= ADALAH] yang seharusnya berarti “INI adalah” bukan “Dia adalah”. Selengkapnya frase Yunani di tempat itu kami transliterasi: “…ESTIN HO alethinos Theos kai he zoe aionios”  yang oleh Parsing &amp; Strong serta KJV or Authorized Version diterjemahkan dgn tepat sebagai “THIS IS the true God, and eternal life.” Jadi TB-LAI telah keliru menerjemahkan bagian sederhana tapi penting itu sehingga si freewillie pun ikut2an keliru! Lagipula, bila 1 Yohanes 5:20 ditafsir menuurut selera si freewillie bhw  “Yang Benar” itu Yesus Kristus, maka maksud ayat itu akan menjadi RANCU karena di awal ayat itu sang Rasul baru saja memperkenalkan ‘Anak Allah yg datang memberikan pengertian kpd kita ttg Yang Benar’ selanjutnya disusul frase ‘Anak-Nya Yesus Kristus’ [Anak dari Yang Benar itu] yg mau tidak mau mengarahkan fokus pembaca kpd subyek locus-sentralis di situ, yakni Allah atau Yang Benar [Yehuwa] dan bukan kpd Anak-Nya. Terjemahan yg lebih akurat dibanding TB-LAI untuk  ayat 1 Yohanes 5:20 adalah ini, “[Tetapi] kita tahu bhw Anak Allah telah datang dan telah memberikan kita pemahaman, agar kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar itu,  melalui anak-Nya Yesus Kristus. Ini adalah Allah Yang Benar, dan hidup yg kekal.”</p>
<p>Perhatikan contoh2 rumusan baku Rasul Yohanes ttg posisi subordinasi-dwitunggal Yesus-Yehuwa [yang dalam banyak kutipan berikut ini kami tak perlu menjelaskan apa2 karena sudah sedemikian jelas!]: </p>
<p>@ 1 Yohanes 5:1 “Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah [Yehuwa]; dan setiap orang yang mengasihi Dia [Allah Yehuwa] yang melahirkan, mengasihi juga dia [Yesus] yang lahir dari pada-Nya [Allah Yehuwa].”</p>
<p>@ 1 Yohanes 5:18 “Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah [Yehuwa], tidak berbuat dosa; tetapi Dia [Yesus] yang lahir dari Allah [Yehuwa] melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.”</p>
<p>@ 1 Yohanes 4:14,15 “Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa [Yehuwa] telah mengutus Anak-Nya [Yesus] menjadi Juruselamat dunia.  Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah [jadi bukan Allah Anak], ALLAH [YEHUWA] TETAP BERADA DI DALAM DIA DAN DIA DI DALAM ALLAH.”</p>
<p>Perhatikan bahwa bukan saja rumusan subordinasi-dwitunggal Yesus-Yehuwa begitu kental dalam tulisan rasul Yohanes, namun juga bagaimana sang rasul merumuskan ke-SATU-an LANGKAH atau MAKSUD dan TUJUAN dari ALLAH-YESUS-ORANG PERCAYA dgn ungkapan khas, yg seringkali disalahmengerti kaum trinitarian sebagai bukti Yesus = Allah, yakni ungkapan “Allah di dalam dia dan dia di dalam Allah.” Ungkapan seperti ini bisa dibaca banyak dalam catatan Injil [Yohanes 14:10,11; 15:9,10; 17:23,25,26, etc]. Terhadap ungkapan khas Yohanes, Yohanes sendirilah yg justeru memberi kita pengertian yg jauh lebih akurat daripada spekulasi filosofis dan penafsiran konyol para penganut tritunggal. Perhatikan betapa sederhana dan mudahnya Yohanes “menangkap” pesan Yesus sendiri ttg hubungan ke-ESA-an Allah-Kristus-Orang beriman, dlm ayat2 ini:</p>
<p>@ Yohanes 14:20 “Pada waktu itulah kamu [para murid/orang percaya] akan tahu, bahwa AKU [Yesus] DI DALAM BAPA-KU [Allah Yehuwa] dan KAMU DI DALAM AKU dan AKU DI DALAM KAMU.”  </p>
<p>@ Yohanes 17:21 “Supaya mereka semua [para murid/orang percaya] menjadi SATU, sama seperti Engkau, ya Bapa [Yehuwa], di dalam Aku [Yesus] dan Aku di dalam Engkau [Yehuwa], agar MEREKA [para murid/orang percaya] JUGA DI DALAM KITA [Yehuwa &amp; Yesus], supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”</p>
<p>BENAR-BENAR UNGKAPAN KEESAAN YANG HIRARKIS: KEESAAN DALAM MAKSUD DAN TUJUAN DAN BUKAN DALAM KODRAT DAN KEPRIBADIAN!</p>
<p>(TO BE CONTINUE)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on mengejar logika saksi yehuwa by AbdiYah</title>
		<link>http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-296</link>
		<dc:creator>AbdiYah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 12:42:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-296</guid>
		<description>Septuaginta mana yg ente pake? Septuaginta yg sudah terkorupt oleh transmisi tangan2 monopilistik inkuisisi gereja katoliksm murtad dlm abad kegelapannya itu atau Septuaginta asli yang belakangan ini ditemukan yang akan &quot;naik banding&quot; di peradilan para pencari kebenaran?

Yah Yehuwa adalah Tuan Yang Berdaulat di alam semesta ini!  Yehuwa berada pada posisi duduk memerintah alam semesta sebagai Raja Kekekalan, Yesus berada di sebelah kanan Yehuwa dalam posisi berdiri [roh kudus tak diikutkan karena BUKAN pribadi, itu hanya untuk Kedua Pribadi yang dikatakan SATU dalam MAKSUD dan TUJUAN di Yohanes 10:30]. Jelas Yesus tak berubah menjadi Yehuwa ketika dia kembali ke sorga karena dia bukan Yehuwa, sebaliknya dia tetap berdiri di sebelah kanan Yehuwa, siap menunggu waktu-Yehuwa memberi arahan untuk segera menaklukkan Tuan-tuan dari sistem SETAN yang melawan Yehuwa di perang Armagedon dan mulai memerintah terhadap insan setia di bumi [hanya] selama 1000 tahun. Akhir dari 1 milenium pemerintah atas bumi, umat manusia sudah akan menyamai Adam-Hawa dalam kesempurnaannya sebelum jatuh dalam dosa,  maka setelah waktu &quot;ujian&quot; yang singkat berakhir Yesus akan menyerahkan pemerintahan atas umat manusia yang  telah diperbaiki itu kepada Yehuwa sehingga semesta alam, langit di dan bumi di bawah, akan bersatu-padu memperdengarkan Doa Kidung Puji-pujian: HALELUYAH, PUJILAH YAH YEHUWA HAI KAMU SEKALIAN. HAI KAMU YANG BERDIAM DI SORGA DAN KAMU YANG TINGGAL DI FIRDAUS DI BUMI PUJILAH YEHUWA SANG RAJA KEKEKALAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA...AMIN PUJILAH YEHUWA!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Septuaginta mana yg ente pake? Septuaginta yg sudah terkorupt oleh transmisi tangan2 monopilistik inkuisisi gereja katoliksm murtad dlm abad kegelapannya itu atau Septuaginta asli yang belakangan ini ditemukan yang akan &#8220;naik banding&#8221; di peradilan para pencari kebenaran?</p>
<p>Yah Yehuwa adalah Tuan Yang Berdaulat di alam semesta ini!  Yehuwa berada pada posisi duduk memerintah alam semesta sebagai Raja Kekekalan, Yesus berada di sebelah kanan Yehuwa dalam posisi berdiri [roh kudus tak diikutkan karena BUKAN pribadi, itu hanya untuk Kedua Pribadi yang dikatakan SATU dalam MAKSUD dan TUJUAN di Yohanes 10:30]. Jelas Yesus tak berubah menjadi Yehuwa ketika dia kembali ke sorga karena dia bukan Yehuwa, sebaliknya dia tetap berdiri di sebelah kanan Yehuwa, siap menunggu waktu-Yehuwa memberi arahan untuk segera menaklukkan Tuan-tuan dari sistem SETAN yang melawan Yehuwa di perang Armagedon dan mulai memerintah terhadap insan setia di bumi [hanya] selama 1000 tahun. Akhir dari 1 milenium pemerintah atas bumi, umat manusia sudah akan menyamai Adam-Hawa dalam kesempurnaannya sebelum jatuh dalam dosa,  maka setelah waktu &#8220;ujian&#8221; yang singkat berakhir Yesus akan menyerahkan pemerintahan atas umat manusia yang  telah diperbaiki itu kepada Yehuwa sehingga semesta alam, langit di dan bumi di bawah, akan bersatu-padu memperdengarkan Doa Kidung Puji-pujian: HALELUYAH, PUJILAH YAH YEHUWA HAI KAMU SEKALIAN. HAI KAMU YANG BERDIAM DI SORGA DAN KAMU YANG TINGGAL DI FIRDAUS DI BUMI PUJILAH YEHUWA SANG RAJA KEKEKALAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA&#8230;AMIN PUJILAH YEHUWA!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on mengejar logika saksi yehuwa by AbdiYah</title>
		<link>http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-295</link>
		<dc:creator>AbdiYah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 11:28:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-295</guid>
		<description>Doa pujian AbdiYah: 
&#039;Terpujilah Yah Yehuwa Sang Arsitek Agung Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa di jagad raya ini, karena seizinMu jualah sang Pekerja Ahli Yesus Kristus mejadikan segala perkara di langit di atas dan di bumi di bawah...dan dengan seizinMu jualah AbdiMu Yesaya bersaksi dalam satu nas bahwa &#039;seluruh ciptaan itu adalah pekerjaan tanganMu sendiri Yah Yehuwa&#039; kendatipun AbdiMu yang lain bisa memaklumi bahwasannya seorang Raja mendapat pujian besar karena prestasinya membangun Puri Agung walau kenyataannya itu dibangun oleh tangan-tangan tukang yang mahir dan terampil...Terpujilah Yah Yehuwa Raja Kekekalan karena semakin banyak insan di planet ini yang mulai menyadari pentingnya Nama Agung-Mu karena menurut Yoel AbdiMu &#039;Semua orang yang berseru kepada Nama Yehuwa akan diselamatkan.&#039; Oh betapa menentramkan hati mengetahui bahwa &#039;Nama Yehuwa adalah menara yang kuat, kesanalah orang benar berlindung dan diselamatkan&#039; pada hari malapetaka di Armagedon....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Doa pujian AbdiYah:<br />
&#8216;Terpujilah Yah Yehuwa Sang Arsitek Agung Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa di jagad raya ini, karena seizinMu jualah sang Pekerja Ahli Yesus Kristus mejadikan segala perkara di langit di atas dan di bumi di bawah&#8230;dan dengan seizinMu jualah AbdiMu Yesaya bersaksi dalam satu nas bahwa &#8217;seluruh ciptaan itu adalah pekerjaan tanganMu sendiri Yah Yehuwa&#8217; kendatipun AbdiMu yang lain bisa memaklumi bahwasannya seorang Raja mendapat pujian besar karena prestasinya membangun Puri Agung walau kenyataannya itu dibangun oleh tangan-tangan tukang yang mahir dan terampil&#8230;Terpujilah Yah Yehuwa Raja Kekekalan karena semakin banyak insan di planet ini yang mulai menyadari pentingnya Nama Agung-Mu karena menurut Yoel AbdiMu &#8216;Semua orang yang berseru kepada Nama Yehuwa akan diselamatkan.&#8217; Oh betapa menentramkan hati mengetahui bahwa &#8216;Nama Yehuwa adalah menara yang kuat, kesanalah orang benar berlindung dan diselamatkan&#8217; pada hari malapetaka di Armagedon&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on mengejar logika saksi yehuwa by freewillie</title>
		<link>http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-294</link>
		<dc:creator>freewillie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:18:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-294</guid>
		<description>@DEO:

:lol:

[1] Anda mengutip versi online dari CCEL.org, sekarang silahkan cek di http://www.ccel.org/ccel/schaff/anf01.v.i.html apakah para ahli mengatakan bahwa yg lebih genuine adalah LONGER atau SHORTER version?!? :lol:

[2] Anda mengatakan terjemahan saya salah, tapi terjemahan yg benar menurut anda adalah terjemahan &quot;kata-per-kata&quot; sbb:
&lt;blockquote&gt;
“Yesus Kristus Anak-Nya, yang adalah Firman KEKAL-Nya, TIDAK terus-keluar dari KEHENINGAN.” 
&lt;/blockquote&gt;

Yang kemudian anda simpulkan sebagai berikut:
&lt;blockquote&gt;
Sengaja saya menulis kata ‘TIDAK’ pakai huruf besar agar bisa dilihat itu ada dlm versi Inggrisnya, sesuatu yg sengaja diabaikan willie utk mendukung maksud parafrase-eisegesenya. Menarik, kalaupun VERSI PENDEK dipakai juga, itu pun tidak menjelaskan apa-apa bhw asal-usul Firman (Yesus Kristus) dari kekal, tetapi bahwa sekali Ia keluar maka seterusnya Ia kekal.
&lt;/blockquote&gt;

Terus terang, anda melakukan asersi ketika menyebut terjemahan itu &quot;tidak menjelaskan apa2 mengenai asal usul Firman&quot;. Bahkan pada terjemahan versi anda itupun masih dikatakan Yesus sebagai &quot;Firma KEKAL-Nya&quot; (Nya = Bapa). Dan KEKAL selalu berarti &quot;TIDAK ADA WAKTU DI MANA IA TIDAK ADA&quot;, dan ini berarti Yesus = BUKAN ciptaan.

Sekarang untuk frase &quot;not proceeding forth from silence&quot;. Kata &quot;silence&quot;, &quot;keheningan&quot; memiliki arti Dzat/Hakikat/Esensi Allah yang terang tak terhampiri, sebagaimana yg Paulus katakan:
&quot;Dialah satu-satunya yang tidak takluk pada maut, bersemayam dalam TERANG YANG TAK TERHAMPIRI.  Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia TIDAK DAPAT melihat Dia.&quot;  (I Timotius 6:16).

Karena tidak ada yg mampu menghampiri-Nya-lah, maka Dzat/Hakikat Allah disebut &quot;keheningan&quot;. 

Anda menerjemahkan kata-per-kata sebagai: &quot;TIDAK terus-keluar dari KEHENINGAN&quot;, yang berarti bahwa Firman ini keluar sekali saja dari &quot;Keheningan&quot;. Dan karena Firman ini keluar DARI Keheningan, maka Ia pasti juga memiliki sifat DARI MANA Ia keluar. Therefore: Firman punya sifat yang sama dengan Bapa (Sumber Firman).

&quot;TIDAK terus-keluar dari KEHENINGAN&quot;:
Ini menunjukkan ajaran &quot;eternal generation of the Son&quot;. Bahwa Firman memang di-proceed satu kali saja dari sejak kekekalan lampau dan tidak berulang2. Karena itulah Firman disebut sebagai &quot;Anak TUNGGAL Allah&quot; (Yohanes 1:18) karena memang hanya ada satu Firman saja yang dilahirkan oleh Bapa pada kekekalan lampau.

[3] Mari cek LONGER Version-nya (yg kata anda lebih asli tapi sumber kopi-paste anda malah bilang sebaliknya):
&quot;..Jesus Christ His Son, who is His Word, not spoken, but ESSENTIAL. For He is not the voice of an articulate utterance, but a SUBSTANCE BEGOTTEN BY DIVINE POWER&quot;

Apa lagi yang lebih jelas dari ini? Ini jelas menunjukkan bahwa Firman dan Bapa Yehuwa memiliki Dzat/hakikat/esensi yang sama. Firman dilahirkan dari Bapa, therefore: Firman pasti punya hakikat yang sama dengan Bapa. Yang keluar dari Allah pasti adalah Allah.

[4] Yg saya hapus adalah komentar2 tidak berguna, spam, dan sampah-sampah yang lain. Ada baiknya hati anda tidak kotor macam dan mulai menuduh saya yg macam2 seperti binatang yg menyeruduk tanpa otak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@DEO:</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[1] Anda mengutip versi online dari CCEL.org, sekarang silahkan cek di <a href="http://www.ccel.org/ccel/schaff/anf01.v.i.html" rel="nofollow">http://www.ccel.org/ccel/schaff/anf01.v.i.html</a> apakah para ahli mengatakan bahwa yg lebih genuine adalah LONGER atau SHORTER version?!? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[2] Anda mengatakan terjemahan saya salah, tapi terjemahan yg benar menurut anda adalah terjemahan &#8220;kata-per-kata&#8221; sbb:</p>
<blockquote><p>
“Yesus Kristus Anak-Nya, yang adalah Firman KEKAL-Nya, TIDAK terus-keluar dari KEHENINGAN.”
</p></blockquote>
<p>Yang kemudian anda simpulkan sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>
Sengaja saya menulis kata ‘TIDAK’ pakai huruf besar agar bisa dilihat itu ada dlm versi Inggrisnya, sesuatu yg sengaja diabaikan willie utk mendukung maksud parafrase-eisegesenya. Menarik, kalaupun VERSI PENDEK dipakai juga, itu pun tidak menjelaskan apa-apa bhw asal-usul Firman (Yesus Kristus) dari kekal, tetapi bahwa sekali Ia keluar maka seterusnya Ia kekal.
</p></blockquote>
<p>Terus terang, anda melakukan asersi ketika menyebut terjemahan itu &#8220;tidak menjelaskan apa2 mengenai asal usul Firman&#8221;. Bahkan pada terjemahan versi anda itupun masih dikatakan Yesus sebagai &#8220;Firma KEKAL-Nya&#8221; (Nya = Bapa). Dan KEKAL selalu berarti &#8220;TIDAK ADA WAKTU DI MANA IA TIDAK ADA&#8221;, dan ini berarti Yesus = BUKAN ciptaan.</p>
<p>Sekarang untuk frase &#8220;not proceeding forth from silence&#8221;. Kata &#8220;silence&#8221;, &#8220;keheningan&#8221; memiliki arti Dzat/Hakikat/Esensi Allah yang terang tak terhampiri, sebagaimana yg Paulus katakan:<br />
&#8220;Dialah satu-satunya yang tidak takluk pada maut, bersemayam dalam TERANG YANG TAK TERHAMPIRI.  Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia TIDAK DAPAT melihat Dia.&#8221;  (I Timotius 6:16).</p>
<p>Karena tidak ada yg mampu menghampiri-Nya-lah, maka Dzat/Hakikat Allah disebut &#8220;keheningan&#8221;. </p>
<p>Anda menerjemahkan kata-per-kata sebagai: &#8220;TIDAK terus-keluar dari KEHENINGAN&#8221;, yang berarti bahwa Firman ini keluar sekali saja dari &#8220;Keheningan&#8221;. Dan karena Firman ini keluar DARI Keheningan, maka Ia pasti juga memiliki sifat DARI MANA Ia keluar. Therefore: Firman punya sifat yang sama dengan Bapa (Sumber Firman).</p>
<p>&#8220;TIDAK terus-keluar dari KEHENINGAN&#8221;:<br />
Ini menunjukkan ajaran &#8220;eternal generation of the Son&#8221;. Bahwa Firman memang di-proceed satu kali saja dari sejak kekekalan lampau dan tidak berulang2. Karena itulah Firman disebut sebagai &#8220;Anak TUNGGAL Allah&#8221; (Yohanes 1:18) karena memang hanya ada satu Firman saja yang dilahirkan oleh Bapa pada kekekalan lampau.</p>
<p>[3] Mari cek LONGER Version-nya (yg kata anda lebih asli tapi sumber kopi-paste anda malah bilang sebaliknya):<br />
&#8220;..Jesus Christ His Son, who is His Word, not spoken, but ESSENTIAL. For He is not the voice of an articulate utterance, but a SUBSTANCE BEGOTTEN BY DIVINE POWER&#8221;</p>
<p>Apa lagi yang lebih jelas dari ini? Ini jelas menunjukkan bahwa Firman dan Bapa Yehuwa memiliki Dzat/hakikat/esensi yang sama. Firman dilahirkan dari Bapa, therefore: Firman pasti punya hakikat yang sama dengan Bapa. Yang keluar dari Allah pasti adalah Allah.</p>
<p>[4] Yg saya hapus adalah komentar2 tidak berguna, spam, dan sampah-sampah yang lain. Ada baiknya hati anda tidak kotor macam dan mulai menuduh saya yg macam2 seperti binatang yg menyeruduk tanpa otak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on mengejar logika saksi yehuwa by Deo Omnipotente</title>
		<link>http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-293</link>
		<dc:creator>Deo Omnipotente</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 13:33:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-293</guid>
		<description>wah saya juga mau tuh nengok kmu di ladangtuhan, pakai nama apa kmu willie..?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah saya juga mau tuh nengok kmu di ladangtuhan, pakai nama apa kmu willie..?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on mengejar logika saksi yehuwa by Deo Omnipotente</title>
		<link>http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-292</link>
		<dc:creator>Deo Omnipotente</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 13:29:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-292</guid>
		<description>eeeeh maaf willie, keENTERan duluan, maksudku kmu bukan hewan khan???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>eeeeh maaf willie, keENTERan duluan, maksudku kmu bukan hewan khan???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on mengejar logika saksi yehuwa by Deo Omnipotente</title>
		<link>http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-291</link>
		<dc:creator>Deo Omnipotente</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 13:27:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-291</guid>
		<description>Oh ya willie, jangan pada main hapus yaa postingan orang ntar kmu dianggap  arogan mntang2 di kandang sendiri,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oh ya willie, jangan pada main hapus yaa postingan orang ntar kmu dianggap  arogan mntang2 di kandang sendiri,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on mengejar logika saksi yehuwa by Deo Omnipotente</title>
		<link>http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-290</link>
		<dc:creator>Deo Omnipotente</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 13:08:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-290</guid>
		<description>Nyuwun sewu.., 
Tulisan ini spesial buat willie. 
Udah lama tak nengok ke sini sekali nengok jadi gagap bin gemes. Gagap krn tak ingat alias lupa siapa &quot;namaku di rumahmu&quot; [hehe pinjam Shakespeare boleh dong]; gemas krn tahu ada yg main catut &quot;namaku&quot; apalagi utk membahayakan orang lain. yeah jadilah aku angkat bicara &#039;tuk klarifikasi, tegakkan yg patut gtu loh..
Hm..willie, willie..., wong jangan begitu dong jadi orang. Mentang2 saya komen belum runut kmu bukan melanjutkan mencari kebenaran malah menjadikan statemenku sebuah otoritas utk menyerang pihak lain. kmu jangan main api dong willie... 
Apa yg semula saya tulis di milismu itu sebenarnya INGIN MEMBUKA KEBURUKANMU [bukan utk SSY] , tapi maybe karena pribadi saya seorang Kristen-Jawa, saya melihat tak ada untungnya menambah keruh &quot;perseteruan&quot; di kalangan sesama nasrani yg pada akhirnya malah memakan habis kita2 juga, lagi pula bukanlah kesaksian yg bagus di mata non-Kristen bila kita2 saling adu pandai ttg Tuhan dan kebenarannya dalam kitab suci..
Utk tidak bikin kmu bosen aku langsung sj bilang bahwa kmu, willie, kmu tak paham dan cenderung keliru memaknai pesan asli IGNATIUS ttg Sang Firman yakni Kristus Yesus. Utk kmu ketahui sebenarnya ada DUA VERSI SURAT IGNATIUS KEPADA ORANG MAGNESIA: versi yg pendek dan yg panjang. Para pakar PB sudah final pd kesimpulannya bhw versi yg panjang lebih ASLI dari versi yg pendek. VERSI PENDEK dari The Epistle of Ignatius to the Magnesians bab VIII : &quot;Caution Against False Doctrines&quot; dianggap ‘versi pangkas terpaksa’ dengan sengaja mencatut nama Ignatius dan menyisipkan (interpolate) kata/frase yg tidak ada di sana dlm naskah aslinya yg  yang lebih panjang, untuk mendukung sebuah paham yg dengan alot diperdebatkan pd paruhan pertama abad ke-3 AD. Mana kata/frase yang disisipkan itu? Di sini saya kutip utk membandingkan kedua versi itu seperlunya (isi lengkap website-nya silakan klik di http://www.ccel.org/ccel/schaff/anf01.v.iii.viii.html).
VERSI PENDEK: &quot;…On this account also they were persecuted, being inspired by His grace to fully convince the unbelieving that there is one God, who has manifested Himself by Jesus Christ His Son, who is His eternal Word, not proceeding forth from silence, 676)  and who in all things pleased Him that sent Him.&quot;  
VERSI PANJANG: “…On this account also they were persecuted, being inspired by grace to fully convince the unbelieving that there is one God, the Almighty, who has manifested Himself by Jesus Christ His Son, who is His Word, not spoken, but essential. For He is not the voice of an articulate utterance, but a substance begotten by divine power, who has in all things pleased Him that sent Him.”
Silakan bandingkan. Perhatikan versi yg asli [VERSI PANJANG] pd frase “by Jesus Christ His Son, who is His Word.” Di antara kata ‘His’ dan ‘Word’ DISISIP kata ‘ETERNAL’ dalam VERSI PENDEK. Lihat juga bagaimana frase2 “not spoken, but essential. For He is not the voice of an articulate utterance, but a substance begotten by divine power” pada VERSI PANJANG dipangkas dan diganti jadi “not proceeding forth from SILENCE676)” pd VERSI PENDEK. Lihat bahwa kata “silence” bukan kata yg bebas masalah; karenanya para pakar tak lupa ingatkan kita melalui Catatan Kaki bernomor 676 yang saya copypaste dalam kurung kurawal begini: {676Some have argued that the Gnostic Σιγή, silence, is here referred to, and have consequently inferred that this epistle could not have been written by Ignatius.} Singkat cerita, kedua kata itu: ETERNAL &amp; SILENCE bukan milik Ignatius alias Ignatius tidak menulisnya, itu ditambahkan belakangan jauh setelah Ignatius wafat . Dua kata tersebut: “silence” (=keheningan) dan “eternal” (=kekal) yang dipadu willie dari VERSI PENDEK untuk menyerang SSY melalui terjemahan bebasnya sendiri (bandingkan versi Inggris dgn terjemahan parafrase yg condong EISEGESE oleh willie: “Yesus Kristus Anak-Nya, yaitu Firman-Nya yang keluar dari KEHENINGAN KEKAL”) seharusnya berbunyi: “Yesus Kristus Anak-Nya, yang adalah Firman KEKAL-Nya, TIDAK terus-keluar dari KEHENINGAN.” Sengaja saya menulis kata ‘TIDAK’ pakai huruf besar agar bisa dilihat itu ada dlm versi Inggrisnya, sesuatu yg sengaja diabaikan willie utk mendukung maksud parafrase-eisegesenya. Menarik, kalaupun VERSI PENDEK dipakai juga, itu pun tidak menjelaskan apa-apa bhw  asal-usul Firman (Yesus Kristus) dari kekal, tetapi bahwa sekali Ia keluar maka seterusnya Ia kekal. Jadi willie, pandangan kmu sulit dibela. Maaf ya, GBU.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nyuwun sewu..,<br />
Tulisan ini spesial buat willie.<br />
Udah lama tak nengok ke sini sekali nengok jadi gagap bin gemes. Gagap krn tak ingat alias lupa siapa &#8220;namaku di rumahmu&#8221; [hehe pinjam Shakespeare boleh dong]; gemas krn tahu ada yg main catut &#8220;namaku&#8221; apalagi utk membahayakan orang lain. yeah jadilah aku angkat bicara &#8216;tuk klarifikasi, tegakkan yg patut gtu loh..<br />
Hm..willie, willie&#8230;, wong jangan begitu dong jadi orang. Mentang2 saya komen belum runut kmu bukan melanjutkan mencari kebenaran malah menjadikan statemenku sebuah otoritas utk menyerang pihak lain. kmu jangan main api dong willie&#8230;<br />
Apa yg semula saya tulis di milismu itu sebenarnya INGIN MEMBUKA KEBURUKANMU [bukan utk SSY] , tapi maybe karena pribadi saya seorang Kristen-Jawa, saya melihat tak ada untungnya menambah keruh &#8220;perseteruan&#8221; di kalangan sesama nasrani yg pada akhirnya malah memakan habis kita2 juga, lagi pula bukanlah kesaksian yg bagus di mata non-Kristen bila kita2 saling adu pandai ttg Tuhan dan kebenarannya dalam kitab suci..<br />
Utk tidak bikin kmu bosen aku langsung sj bilang bahwa kmu, willie, kmu tak paham dan cenderung keliru memaknai pesan asli IGNATIUS ttg Sang Firman yakni Kristus Yesus. Utk kmu ketahui sebenarnya ada DUA VERSI SURAT IGNATIUS KEPADA ORANG MAGNESIA: versi yg pendek dan yg panjang. Para pakar PB sudah final pd kesimpulannya bhw versi yg panjang lebih ASLI dari versi yg pendek. VERSI PENDEK dari The Epistle of Ignatius to the Magnesians bab VIII : &#8220;Caution Against False Doctrines&#8221; dianggap ‘versi pangkas terpaksa’ dengan sengaja mencatut nama Ignatius dan menyisipkan (interpolate) kata/frase yg tidak ada di sana dlm naskah aslinya yg  yang lebih panjang, untuk mendukung sebuah paham yg dengan alot diperdebatkan pd paruhan pertama abad ke-3 AD. Mana kata/frase yang disisipkan itu? Di sini saya kutip utk membandingkan kedua versi itu seperlunya (isi lengkap website-nya silakan klik di <a href="http://www.ccel.org/ccel/schaff/anf01.v.iii.viii.html)" rel="nofollow">http://www.ccel.org/ccel/schaff/anf01.v.iii.viii.html)</a>.<br />
VERSI PENDEK: &#8220;…On this account also they were persecuted, being inspired by His grace to fully convince the unbelieving that there is one God, who has manifested Himself by Jesus Christ His Son, who is His eternal Word, not proceeding forth from silence, 676)  and who in all things pleased Him that sent Him.&#8221;<br />
VERSI PANJANG: “…On this account also they were persecuted, being inspired by grace to fully convince the unbelieving that there is one God, the Almighty, who has manifested Himself by Jesus Christ His Son, who is His Word, not spoken, but essential. For He is not the voice of an articulate utterance, but a substance begotten by divine power, who has in all things pleased Him that sent Him.”<br />
Silakan bandingkan. Perhatikan versi yg asli [VERSI PANJANG] pd frase “by Jesus Christ His Son, who is His Word.” Di antara kata ‘His’ dan ‘Word’ DISISIP kata ‘ETERNAL’ dalam VERSI PENDEK. Lihat juga bagaimana frase2 “not spoken, but essential. For He is not the voice of an articulate utterance, but a substance begotten by divine power” pada VERSI PANJANG dipangkas dan diganti jadi “not proceeding forth from SILENCE676)” pd VERSI PENDEK. Lihat bahwa kata “silence” bukan kata yg bebas masalah; karenanya para pakar tak lupa ingatkan kita melalui Catatan Kaki bernomor 676 yang saya copypaste dalam kurung kurawal begini: {676Some have argued that the Gnostic Σιγή, silence, is here referred to, and have consequently inferred that this epistle could not have been written by Ignatius.} Singkat cerita, kedua kata itu: ETERNAL &amp; SILENCE bukan milik Ignatius alias Ignatius tidak menulisnya, itu ditambahkan belakangan jauh setelah Ignatius wafat . Dua kata tersebut: “silence” (=keheningan) dan “eternal” (=kekal) yang dipadu willie dari VERSI PENDEK untuk menyerang SSY melalui terjemahan bebasnya sendiri (bandingkan versi Inggris dgn terjemahan parafrase yg condong EISEGESE oleh willie: “Yesus Kristus Anak-Nya, yaitu Firman-Nya yang keluar dari KEHENINGAN KEKAL”) seharusnya berbunyi: “Yesus Kristus Anak-Nya, yang adalah Firman KEKAL-Nya, TIDAK terus-keluar dari KEHENINGAN.” Sengaja saya menulis kata ‘TIDAK’ pakai huruf besar agar bisa dilihat itu ada dlm versi Inggrisnya, sesuatu yg sengaja diabaikan willie utk mendukung maksud parafrase-eisegesenya. Menarik, kalaupun VERSI PENDEK dipakai juga, itu pun tidak menjelaskan apa-apa bhw  asal-usul Firman (Yesus Kristus) dari kekal, tetapi bahwa sekali Ia keluar maka seterusnya Ia kekal. Jadi willie, pandangan kmu sulit dibela. Maaf ya, GBU.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on mengejar logika saksi yehuwa by freewillie</title>
		<link>http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-289</link>
		<dc:creator>freewillie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 02:21:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/#comment-289</guid>
		<description>Saksi palsu Yehuwa mengajarkan ada DUA Pencipta: Bapa Yehuwa (Allah Maha Perkasa) dan Yesus (Allah perkasa). Doktrin KAFIR Politheis ini jelas bertentangan dengan Yesaya 44:24 yg mengatakan bahwa Allah menciptakan semesta SEORANG DIRI dan TANPA PENDAMPING bahkan yg bergelar arsitek ahli sekalipun. Saksi palsu Yehuwa jelas bertentangan dengan monotheisme Alkitab, therefore: saksi palsu Yehuwa = SESAT!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saksi palsu Yehuwa mengajarkan ada DUA Pencipta: Bapa Yehuwa (Allah Maha Perkasa) dan Yesus (Allah perkasa). Doktrin KAFIR Politheis ini jelas bertentangan dengan Yesaya 44:24 yg mengatakan bahwa Allah menciptakan semesta SEORANG DIRI dan TANPA PENDAMPING bahkan yg bergelar arsitek ahli sekalipun. Saksi palsu Yehuwa jelas bertentangan dengan monotheisme Alkitab, therefore: saksi palsu Yehuwa = SESAT!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
