ebionite & gnostik : bidat-bidat zaman para rasul

Gnostik

Oke, sekarang mari kita belajar mengenai bidat-bidat yang muncul pada Gereja pada zaman para rasul.

Untuk pembahasan 2 bidat di awal lahirnya Gereja, ini yang aku dapat dari kajian rutin ISCS bulan juni 2007  di aula keuskupan Katolik surabaya yang dibawakan oleh guru pemikiran saya om Bambang Noorsena.

Nah anak2, sekarang silahkan duduk berderet dengan rapi dan paman akan berikan penjelasan tentang bidat Ebionite dan Gnostik di bawah.

Pada zaman Gereja purba yang masih “bayi” itu, ketika para rasul masih hidup, Gereja sebenarnya sudah diuji dari dalam oleh paham2 yang dibawa masuk oleh para petobat baik itu yang berasal dari bangsaYahudi Israel ataupun dari bangsa2 kafir:

  1. Gereja Kristen yang ajarannya berakar dari Judaisme harus menghadapi petobat-petobat yang berasal dari kalangan Yahudi yang berusaha untuk melakukan “Judaizing the Gospel”. Kelompok yang kemudian disebut sebagai Ebionite ini sangat menekankan ketaatan terhadap legalitas Taurat (dan bukan esensi Taurat). Penekanan terhadap legalitas Taurat itu sebenarnya tidak menjadi masalah asalkan tidak dipaksakan kepada orang-orang Kristen bukan Yahudi (karena pada dasarnya hukum Taurat ini hanya diberikan kepada bangsa Israel secara fisik saja dan bukan kepada bangsa non-Israel), dan yang lebih penting lagi, hukum-hukum lahiriah itu tidak menghalangi esensi yang telah digenapi dengan kedatangan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat (Ibrani 10:1, Kolose 2:17, Kisah Rasul15:18-19).
  2. Gereja Kristen juga harus menghadapi filsafat2 dan ajaran pagan yang dibawa masuk oleh petobat-petobat yang dulunya berasal dari bangsa kafir. Dan karena filsafat yang berkembang di dunia saat itu adalah filsafat Yunani, maka ajaran monisme / pantheisme-lah yang kemudian menjadi ajaran yang dominant yang harus dilawan oleh Gereja. Kelompok ini menekankan bahwa kehidupan duniawi ini bersifat semu. Dalam bentuknya yang paling ekstrem, pandangan ini sampai menyangkal bahwa Yesus tidak benar-benar datang sebagai manusia. Ini karena mereka memiliki pandangan adanya dikotomi antara tubuh (yang bersifat jahat) dan roh (yang bersifat baik) -> dualisme Plato. Pandangan ini selanjutnya berkembang menjadi paham Gnostikisme yang ditentang habis-habisan oleh Rasul Yohanes.

Bidat Ebionite

Bidat Ebionite adalah sempalan dari Gereja Yerusalem. Gereja Yerusalem adalah Gereja yang mula-mula berlatar belakang Yahudi, yang menurut catatan sejarah dipimpin oleh Rasul Yakobus, saudara Yesus. Karena latar belakang mereka itu, maka mereka menjalankan semua syariat Taurat bagi mereka sendiri, dan tidak memaksakannya bagi saudara-saudara mereka yang berlatar belakang non-Yahudi (karena pada dasarnya hukum Taurat ini hanya diberikan kepada bangsa Israel secara fisik saja dan bukan kepada bangsa non-Israel). Menurut Bapa Gereja Epifanius, Gereja Yerusalem ini di kemudian hari terpecah menjadi beberapa aliran, yang menonjol adalah kelompok Nazoraios / Nazarene dan kelompok Ebionite.

Dalam sikapnya terhadap syariat, kelompok Nazoraios mengakui bahwa:

“Yesus sebagai Putra Allah, tetapi hidup dalam segala hal menurut syariat Taurat” (J.B. Lihtfoot dan J.R. Harmer, “The Apostolic fathers”, hal.161)

Beberapa waktu lamanya setelah anggota Gereja Yerusalem ini banyak yang hijrah ke Pella, di seberang Yordan, akibat penganiayaan imperium Romawi, maka sebagian dari kaum Nazoraios ini bersikap sangat ekstrem. Kelompok inilah yang dikenal dengan “kaum Ebionite”, yang menolak bahwa Yesus dilahirkan dari seorang perawan. Dan karena penekanannya yang sangat ekstrem terhadap syariat Taurat, mereka menolak kerasulan Paulus karena Paulus dianggap bersalah telah membebaskan kaum non-Yahudi dari kewajiban menjalankan hokum Taurat.
Sedangkan kaum Nazoraios / Nazarene tetap menerima kerasulan Paulus seperti yang disaksikan juga oleh Bapa Gereja Hieronimus (Gereja Barat: St. Jerome):

“Kaum Nazarene hidup menurut hukum Yahudi, tetapi mereka menerima Paulus sebagai rasul bagi bangsa-bangsa non-Yahudi….. Mereka berbicara dalam bahasa Aramaic dan hidup menurut hukum Yahudi, tetapi mereka menerima kelahiran Yesus dari seorang perawan, dan menerima kerasulan Paulus” (A.F.J. Klijn & G.J. Reinink, “Patristic Evidence for Jewish-Christian Sects”, hal. 50)

Jadi tidak semua kelompok Kristen-Yahudi (Judeo-Christian) bersikap ekstrem seperti kaum Ebionite.

  • (Sebagai catatan, polemikus Islam biasanya mengatakan bahwa ajaran ortodhoksi Kristen yang sekarang adalah telah dirusakkan oleh Paulus dan kemudian menunjuk aliran Nazarene ini sebagai pengikut Yesus yang sejati. Mereka juga meletakkan embel-embel bahwa kaum Nazarene ini tidak menganggap Yesus sebagai Allah dan tetap fokus kepada penerapan Taurat bahkan bagi kalangan non-Yahudi juga. Tentu saja ini adalah tuduhan yang mudah sekali dipatahkan dengan mempelajari sejarah apa dan bagaimana ajaran kaum Nazarene yang sesungguhnya seperti yang sudah dituliskan di atas.)

Bagi kaum Nazarene, memberikan toleransi kepada kaum non-Yahudi adalah konsekuensi logis dari misi keselamatan Yesus yang universal. Lagipula pada waktu itu, lebih luas kekristenan telah menjangkau umat non-Yahudi seperti yang dipesankan Yesus sendiri: “Jadikanlah semua bangsa murid-Ku” (Matius 28:19) dan “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Markus 16:15).

Sejak Kapan Kerasulan Paulus Mulai Dipermasalahkan?

Dari catatan para Bapa Gereja perdana di atas, jelaslah bahwa Paulus baru dipersoalkan pada abad kedua. Dan sekte Ebionite, sempalan Kristen Yahudi yang mulai mempersoalkannya.

Dalam Gereja perdana, memang telah terjadi pergumulan yang sangat hebat dengan “reformasi Paulus”. Bahkan Yakobus, saudara Yesus, yang bertobat setelah kebangkitan Yesus itu, adalah salah satu tokoh yang mula-mula mempersoalkan terobosan Paulus terhadap kaum non-Yahudi yang dianggapnya terlalu berani.

Petrus pun juga mengalami pergumulan hebat mengenai bagaimana cara Injil harus diberitakan, sampai Tuhan menegurnya dalam sebuah visi ilahi di kota Jaffa (Kisah Rasul 10:9-43). Dengan diselenggarakannya konsili rasuliah di Yerusalem pada tahun 49, maka dikotomi “Kristen Yahudi” yang berpusat di Yerusalem dengan “Kristen non-Yahudi” yang berpusat di Antiokhia Syria ini telah diselesaikan (Kisah Rasul 15:22-33).
Harap ini sekali lagi dicatat, bahwa permasalahan mengenai syariat Taurat dan termasuk juga segala perdebatan mengenai kerasulan Paulus telah selesai pada tahun 49!

Dan terbukti bahwa baik Rasul Petrus, Yakobus, Paulus, Barnabas dan segenap Gereja waktu itu atas pimpinan Roh Kudus telah bersehati dan mengerti bahwa mereka tidak boleh “mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid (yang berasal dari non-Israel) itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang (Yahudi Israel) kita maupun oleh kita sendiri” (Kisah Rasul 15:10), melainkan bahwa “oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka (yang berasal dari non-Israel) juga” (Kisah Rasul 15:11)

Meski sudah diselesaikan pada konsili Yerusalem yang diselenggarakan para Rasul itu, tapi permasalahan tersebut masih menyisakan ketidakpuasan beberapa orang. Namun karena pada waktu itu para Rasul masih hidup, mereka tidak bisa dan tidak berani berbuat banyak.
Ketidakpuasan beberapa orang ini mulai terangkat kembali ke permukaan ketika para Rasul meninggalkan mereka. Dan ketika kesempatan yang baik tiba, muncullah kelompok Ebionite yang:
- menolak kerasulan Paulus
- mempersoalkan kelahiran Yesus dari seorang perawan

Untuk itu, mari kita bahas ajaran kaum Ebionite di atas satu-per satu.

1. Permasalahan kerasulan Paulus = teori yang usang

Penolakkan kaum Ebionite akan kerasulan Paulus ternyata diangkat kembali untuk pertama kali di dunia modern oleh tesis seorang teolog liberal yang bernama Ferdinan Baur pada tahun 1831. Baur tidak mempertentangkan Paulus dengan Yesus, tetapi antara “pandangan hellenis” Paulus dengan “Pandangan Judais” Petrus dan Gereja Purba di Yerusalem. “Pandangan Hellenis” yang dimaksud oleh Baur sebenarnya juga tidak diametral berbeda secara teologis dengan “pandangan Judais”, melainkan hanyalah dalam perbedaan kerangka berpikirnya saja. Sebab Kelompok “Yahudi Hellenis” menerima metodologi berpikir kritis Yunani, tetapi tetap berakar pada teologi dan mentalitas Yahudi. Jadi ketika Hasbullah Bakry (polemikus Islam Indonesia) menulis bahwa seolah-olah Paulus memindahkan konsep filsafat Hellenisme utuh-utuh ke dalam agama Kristen, kita hanya akan menanggapinya dengan senyum saja, karena setiap orang Yahudi terpelajar (yang tauhid-nya ketat) pada abad pertama pasti akrab dengan pemikiran Yunani tanpa tenggelam dalam pemikiran Yunani yang bercorak panteistik.

Kita perlebar sedikit.

Beberapa polemikus muslim (yang menjiplak teori yang baru muncul pada abad 19 ini) mengatakan bahwa Paulus bukanlah saksi mata, karena ia bukan murid Yesus langsung. Lalu data-data Perjanjian Baru mengenai perselisihan TEKNIS antara Paulus dan Petrus (Galatia 2:11-14) ditampilkan dan diperuncing seolah-olah Paulus adalah ”musuh abadi” Kristen Yahudi yang berpusat di Yerusalem dan kemudian mereka dengan sengaja menafikkan konsili Yerusalem.

“Ulama-ulama Islam sepakat bahwa tokoh terpenting dalam agama Nasrani sejak semula perkembangannya yang ajarannya menyeleweng dari Nabi Isa adalah Paulus.” (Hasbullah Bakry, “Nabi Isa dalam Al-Qur’an”, hal.35-37)

Dan karena antara keduanya tidak pernah berjumpa secara fisik, maka keabsahan kesaksian Paulus ditolak oleh Hasbullah Bakry.
Sebenarnya, “hubungan sejarah” antara kedua tokoh hanya dicari-cari. Sebenarnya, masalah utamanya terletak pada masalah teologis Islam sendiri, khususnya pandangan Islam mengenai pewahyuan kitab suci dan kerasulan yang memang sangat berbeda dengan pandangan Yahudi dan Kristen.

Para polemikus muslim itu lupa bahwa kalau Paulus tidak bertemu dengan Yesus dijadikan alasan untuk meragu-ragukan kesaksian Paulus, maka mestinya persoalan klaim pewahyuan Muhammad juga menjadi masalah yang lebih serius. Sebab sekalipun Paulus tidak bertemu dengan Yesus, tetapi ia bergaul akrab dengan rasul2 Yesus di Yerusalem. Kesaksian Paulus diuji oleh “saksi-saksi mata” peristiwa Yesus itu.

Lebih parah lagi, pertentangan TEKNIS antara Paulus dan Barnabas (Kisah Rasul 15:35-41) kemudian dihubung-hubungkan dengan dokumen palsu dari abad 16 yang berjudul “Injil Barnabas”. Padahal dalam tradisi purba mengenai Barnabas, seperti yang tertulis dalam Epistle of Barnabas (ditulis tahun 95 M), sama sekali TIDAK MENDUKUNG teori bahwa Barnabas secara TEOLOGIS bertentangan dengan Paulus, bahkan dokumen itu justru menelanjangi pemikiran beberapa bidat Kristen yang mencoba mengembalikan kekristenan kepada pola hidup keyahudian, sampai harus menolak anugerah keselamatan yang sudah pasti dalam Yesus Kristus.
Aku harap tidak bingung antara “Injil (palsu) Barnabas” dengan Epistle of Barnabas (Surat Barnabas) dan Acts of Barnabas (kisah Barnabas) yang keduanya sama sekali tidak mendukung klaim Injil palsu Barnabas yang baru muncul di abad pertengahan.

Mengenai Paulus yang bukan murid Yesus secara historis, tidak seorang pun yang menyangkalnya, memang itulah kebenarannya. Tetapi hal ini berbeda jauh dengan Cerinthus, misalnya, yang terang-terangan berkonfrontasi dengan rasul-rasul Kristus. Saul (Paulus) dari Tarsus sekali pun ia secara fisik tidak bertemu dengan Yesus, tetapi Yesus sendiri menemuinya dalam “Visi Damaskus”, dan pengalaman rohaninya ini diterima dan di-approve oleh rasul-rasul Kristus di Yerusalem. Paulus juga selalu bersama-sama dengan rasul Yakobus (yang merupakan pemimpin Gereja Yerusalem) dan saksi-saksi mata di Yerusalem (Kisah Rasul 21:15-26). Dan bahkan Petrus pun kemudian menyebut Paulus rekan sekerjanya:

“..seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.” (2 Petrus 3:15-16)

Penulis-penulis Gereja purba pun (yang merupakan murid-murid dari para rasul dan hidup bersama komunitas para rasul itu) seperti Papias, Polikarpus, dan Ignatius tidak pernah mencatat “perselisihan Paulus versus rasul-rasul”, seperti yang diteorikan oleh teolog-teolog liberal, dan kemudian diadopsi para kritikus kekristenan sekarang ini. Para bapak Gereja tersebut malahan menulis hal yang bagus-bagus tentang relasi Paulus dengan guru-guru mereka (para rasul).

Klemens dari Roma dalam suratnya kepada jemaat Korintus:

“Tetapi setelah contoh-contoh dari zaman kuno (tokoh2 Perjanjian Lama), marilah kita lihat para pemimpin yang hidup dekat dengan masa kita…”. Dan setelah menyebut petrus, Klemens menulis: ”…Paulus, oleh teladan yang ditunjukkannya dengan telah membayar harga bagi ketaatannya kepada Tuhan”. (J.B. Lihtfoot dan J.R. Harmer, “The Apostolic fathers”, hal.58-59)

Klemens adalah murid rasul Petrus dan kemudian ditunjuk oleh rasul agung itu untuk menjadi salah satu pemimpin Gereja Roma setelah Linus dan Anacletus.

Ignatius dari Antiokhia dalam Surat kepada orang2 Roma:

“Aku tidak sebanding dengan apa yang telah diperbuat Petrus dan Paulus. Mereka adalah rasul-rasul, dan aku adalah hamba pelayanan. Sekarang akulah murid pertama mereka”. (J.B. Lihtfoot dan J.R. Harmer, “The Apostolic fathers”, hal.151)

Ignatius adalah murid rasul Yohanes dan Petrus yang diangkat menjadi pemimpin Gereja pertama di Antiokhia. Ignatius meninggalkan catatan sejarah yang sangat berharga, yaitu 7 surat kirimannya kepada Gereja di Smyrna, Efesus, Magnesia, Filadelpia, Tralia, Roma, dan kepada Polikarpus sahabat PA-nya. Tidak ada secuil bukti bahwa Paulus dipersoalkan oleh para rasul dan murid2 para rasul.

Polikarpus dari Smirna dalam suratnya kepada jemaat Filipi menyebut “Paulus yang diberkati” :

“Namun demikian, belum pernah aku lihat dan aku dengar terjadi dari antara kalian, di mana Paulus yang terberkati itu, pernah melayani di tengah-tengahmu, seperti yang dinyatakannya dalam permulaan suratnya. Sebab Paulusmembanggakan kalian di antara semua Gereja Tuhan, sebagai satu-satunya yang waktu itu mengenal Allah, ketika kami sendiri belum mengenal-Nya”. (J.B. Lihtfoot dan J.R. Harmer, “The Apostolic fathers”, hal.179-180)

Polikarpus adalah murid terkasih rasul Yohanes, dan sang rasul sendiri yang menahbiskannya menjadi pemimpin Gereja Kristus di Smirna.

Begitu juga data-data sejarah lain yang sezaman dan sesudah ketiga bapak Gereja kuno di atas, seperti Surat Barnabas, Gembala Hermas, Yustinus Martir, Surat Diognetus, dsb, tidak ada secuil bukti pun mengenai pertentangan Paulus dengan Gereja Yerusalem. Dengan demikian, teori modern yang mempertentangkan kekristenan “versi Paulus” (Pauline Christianity) dengan kekristenan Yahudi (Judeo Christianity) hanyalah ISAPAN JEMPOL dan merupakan TEORI YANG TIDAK TERBUKTI.

Demikian juga, adanya teori bahwa sekte Ebionite yang disangka pengikut rasul Yakobus dan berlawanan dengan Paulus, sama sekali tidak dapat membuktikan “mata rantai / sanad” ajaran-ajarannya dengan Yakobus dan rasul-rasul lainnya. Justru seperti yang telah dibuktikan, keberadaan kaum Ebionite adalah merupakan penyimpangan setelah zaman rasuli, yang serempak ditolak oleh murid-murid para rasul sendiri (A.F.J. Klinj & G.J. Reinink, “Patristic Evidence for Jewish-Christian Sects”, hal 25-34).

2. Penolakkan Ebionite atas kelahiran Yesus dari seorang perawan.

Dalam Church History book III Chapter 27, Eusebius dari Kaisaria (sejarawan Gereja abad ke-4) menuliskan kalau bidat Ebionite percaya bahwa Yesus Kristus adalah buah dari hubungan seksual antara seorang pria dengan Maria.
Tentu saja ini adalah pemikiran mereka yang konyol dan dungu luar biasa, karena bidat Ebionite hanya mengakui Injil Matius (yang disebut juga Hebrew Gospel) dan menolak Injil yang lain sebagai dampak dan konsekuensi logis dari pemaksaan pen-Yahudi-an Kristen yang mereka lakukan. Namun Injil Matius sendiri dengan jelas mengatakan:

“Ia (Yusuf) mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia (Maria) sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.” (Matius 1:24-25)

Tentu saja ajaran Ebionite itu ditolak oleh Gereja berdasarkan data-data Tradisi, Kitab Suci, dan wibawa serta suksesi rasuli yang ada pada Gereja.

Ignatius dari Antiokhia bahkan merasa perlu untuk menegaskan dalam “Epistle to the Ephesians “ bahwa :

“Allah kita, Yesus Kristus, dikandung oleh Maria sesuai dengan rencana Allah: dari keturunan Daud, itu benar, tapi dari Roh Kudus.” (J.N.D. Kelly, “Early Christian Doctrines”, Harper & Row, hal 144)

Ajaran Ignatius ini hanya merupakan penegasan dari ajaran rasul Yohanes (gurunya) yang mengatakan dalam kitab suci bahwa “Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah (1 Yohanes 5:6) yang berarti bahwa Yesus datang ke dunia sebagai manusia sejati tapi bukan sebagai hasil hubungan seksual melainkan dikandung daripada Roh Kudus.

Itulah mengapa kaum Ebionite adalah bidat, dan tentu saja, semua bidat akan ditolak oleh orthodoksi Kristen.

Bidat Gnostik

Paham Gnostik yang merupakan penerus filsafat Hellenisme ini sudah muncul di Efesus ketika Rasul Yohanes melayani Gereja di sana. Rasul Yohanes sendiri telah menghantam paham ini dengan tulisan-tulisannya dalam surat 1 dan 2 Yohanes. Paham Gnostik yang dihajar oleh Rasul Yohanes itu merupakan bentuk Gnostikisme yang paling kuno, yang mengajarkan bahwa tubuh itu jahat dan roh itu baik, dan keduanya saling bertentangan.

Bidat ini juga berpandangan bahwa Allah tidak dapat menyentuh benda, sehingga Ia tidak pernah menciptakan benda yang dianggap-Nya tdak berguna itu, akan tetapi Allah mengeluarkan serangkaian pancaran dari Dzat-Nya sendiri. Pancaran-pancaran itu semakin jauh dari Allah, sampai ada pancaran yang sedemikian jauh hingga bisa menyentuh benda-benda jasmani. Pancaran yang jauh inilah yang kemudian menciptakan dunia ini.

Ajaran yang demikian sesungguhnya adalah pengembangan dari Neo-Platonisme Yunani, sehingga A. Harnack dari Jerman dalam Dogmengeschichte-nya sampai harus menyebut Gnostikisme ini sebagai: “extreme Hellenization of Christianity” (Early Christian Doctrines hal 22). Neo-Platonisme sendiri mengajarkan bahwa terjadinya alam semesta ini adalah dari proses emanasi (Jawa: ndhelewer) Sang “The One”. Hasil emanasi pertama dari “The One” adalah “demiurgos”, dan kemudian “demiurgos” ini “ndhelewer” / ber-emanasi lagi menghasilkan alam semesta.
Ajaran ini persis sama dengan kedunguan doktrin saksi Yehuwa yang mengatakan bahwa Yehuwa menciptakan Yesus sebegai ciptaan pertama, dan Yesus adalah arsitek ahli dalam penciptaan alam semesta. Itulah sebabnya kalau saksi Yehuwa adalah tidak lain dan tidak bukan sebagai penjelmaan Neo-Platonisme abad modern.

Kembali ke Gnostikisme,
Irenaeus (yang adalah murid dari Polikarpus dan Polikarpus adalah murid dari Rasul Yohanes) mencatat bahwa pada zaman Rasul Yohanes, pemimpin bidat ini adalah Cerinthus. Irenaeus menuliskan:

“..Cerinthus mengajarkan bahwa Allah bukan pencipta dunia, melainkan kekuatan yang memancar keluar dari-Nya (-lah yang menciptakan dunia), dan bahwa Kristus dilahirkan secara wajar dari hubungan Yusuf dan Maria, yang pada saat pembabtisan Kristus sejati turun kepada Yesus, dan meninggalkan Dia ketika penyaliban.” (Marqus Dawud, “Tarikh al-Kanisah (Church History)”, hal.109-110, atau bisa juga dilihat versi online-nya di: http://www.ccel.org/ccel/schaff/anf01.ix.ii.xxvii.html )

Munculnya ajaran-ajaran baru ini tentu saja cukup meresahkan Gereja Kristen, tetapi untunglah rasul-rasul masih hidup. Para murid Kristus itu meneruskan ajaran Sang Guru Agung mereka melalui semacam “kelompok PA”, yaitu komunitas-komunitas iman di bawah bimbingan dan pengawasan rasul-rasul Kristus sendiri. Gambaran “sistem pemuridan dan pengajaran rasuli” ini sebenarnya meneruskan tradisi Yahudi, seperti yang disaksikan Irenaeus tentang gurunya, Polikarpus:

“Masih kuingat dengan baik, bagaimana Mar Polikarpus duduk mengajar. Kuingat kotbah-kotbah yang disampaikannya kepada orang banyak, dan bagaimana dijelaskannya hubungannya dengan Rasul Yohanes dan murid-murid Kristus yang lain, bagaimana dihafalkan olehnya sabda-sabdaNya, dan bagaimana pula ia mendengarkan dari rasul-rasul itu mengenai Tuhan kita, mengenai mukjizat-mukjizat dan pengajaran-pengajaranNya yang telah diterima dari kesaksian dari saksi-saksi yang telah menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri mengenai Firman Allah yang hidup itu..” (Tarikh al-Kanisah (Church History), hal.232)

Meskipun demikian, pemimpin bidat Gnostik macam Cerinthus yang tidak tergabung dalam komunitas dan pengajaran rasuli itu berani terang-terangan mempropagandakan ajarannya di depan Rasul Yohanes. Jemaat Kristen perdana pun jengkel. Atas dasar apa Cerinthus mengatas-namakan ajaran Kristus padahal ia tidak pernah bertemu denganNya apalagi menjadi muridNya? Sedangkan Rasul Yohanes, guru dan panutan mereka, jelas-jelas rasul dan murid yang dikasihi Yesus, bahkan kepada rasul inilah Sang Juruselamat menitipkan Maria, ibundaNya, ketika Ia menjalani penderitaanNya (Yohanes 19:25-27; 21:24).

Orang-orang Kristen di Efesus sangat jengkel dengan ulah para pengajar bidat itu, lebih-lebih Rasul Yohanes. Itulah sebabnya ia sangat tegas terhadap kaum Gnostik, seperti yang ditulis dalam sejarah Gereja purba, dan tercermin dalam surat-surat yang ditulisnya. Karena alasan yang sama tersebut, para uskup di Efesus kemudian mendorong Rasul Yohanes untuk menuliskan Injil yang keempat. Patut dicatat, bahwa ketiga Injil sebelumnya (Matius, Markus, dan Lukas) sudah memuat fakta-fakta tentang kehidupan Yesus Kristus, tetapi Rasul Yohanes menuliskan “makna rohani atas fakta-fakta itu”.

Ketegasan sikap Rasul Yohanes terhadap bidat Gnostik ini sempat dicatat oleh Irenaeus yang mendengarkan kisah dari gurunya, Polikarpus, murid Rasul Yohanes sendiri:

Suatu hari di sebuah pemandian umum di kota Efesus, Yohanes melihat Cerinthus ada di dalamnya, sedangkan banyak orang Kristen berada satu atap dengan pemimpin bidat tersebut. “Anak-anakku”, seru rasul Yohanes, “Cepatlah keluar! Aku khawatir rumah ini akan roboh karena tidak bisa menahan kesesatan Cerinthus si musuh Kebenaran itu!! (Alexander Roberts & James Donaldson, “The Writings of the Fathers Downs t A.D. 325 Ante-Nicene Father. Vol. I”, hal. 413 yang mengutip Against Heresies-nya Irenaeus yang versi online-nya bisa dilihat di: http://www.ccel.org/ccel/schaff/anf01.ix.iv.iv.html )

Kisah tersebut juga direkam kembali oleh Eusebius dari Kaisaria, yang merupakan sejarawan Gereja handal di abad ke-4 dalam bukunya Church History of Eusebius Book III Chapter XXVIII: Cerinthus the Heresiarch.

Maka selain menuliskan Injil keempat, Rasul Yohanes juga menuliskan surat 1 dan 2 Yohanes untuk menghajar bidat Gnostik tersebut. Dan tentang ini, Adam Clarke dalam “Preface to the First Epistle of John” menuliskan:

“..surat Pertama Yohanes sebagai sebuah buku atau risalah, di mana Sang Rasul mendeklarasikan kepada seluruh dunia penolakkannya kepada ajaran Cerinthus dan Gnostik……….. Bahwa desain dari surat ini adalah untuk memberantas doktrin yang diajarkan oleh guru-guru palsu tertentu, seperti yang bisa dilihat pada 1 Yohanes 2:18-26, 3:7, 4:1-3, dan mengenai ajaran palsu apa yang dimaksud bisa kita simpulkan dari ajaran Yohanes pada 1 Yohanes 5:1-6 yang meng-counter ajaran palsu tersebut. Sang Rasul menegaskan bahwa “Yesus adalah Kristus”, dan bahwa “Ia adalah Kristus, tidak hanya oleh air, tetapi oleh air dan darah”. Kata-kata ini, menjadi sangat jelas bahwa sedang menyerang ajaran Cerinthus yang menyatakan bahwa Yesus dilahirkan secara normal (melalui hubungan seksual), tapi Sang Aeon, Kristus turun kepadaNya pada saat pembaptisanNya, dan meninggalkanNya sebelum kematianNya. Namun perkataan Rasul Yohanes dalam 1 Yohanes 5:1-6 ini ditujukan untuk menyerang Cerinthus. Dan anti-Kristus yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus yang disebutnya dalam 1 Yohanes 2:22, sebagaimana nabi-nabi palsu yang juga disebutkannya dalam 1 Yohanes 4:1, 3 pasti adalah kaum Cerinthians, atau Gnostik.”

Nah anak2, berhubung sedang banyak kerjaan, maka segitu dulu pembahasan tentang Gnostikisme. Paham Gnostikisme ini akan berkembang menjadi bentuk2 yg lebih rumit macam Doketisme, atau yg sudah bercampur dengan legenda2 lokal macam bidat Manicheanisme, atau yg lain. Tapi itu akan kita bahas di lain kesempatan kalau sudah mulai longgar kesibukannya.

In Christ.

7 Comments

  1. Dede Farhan Aulawi said,

    March 23, 2008 at 3:50 am

    11 Cara Merawat Kesehatan Jiwa
    Oleh : Dede Farhan Aulawi

    Sahabat…
    …mungkin saya tak sempat berbagi makanan denganmu
    tapi izinkan ku berbagi pengetahuan untuk kita
    Pada kesempatan ini saya hanya ingin menyampaikan 11 Cara Hidup Sehat,
    berdasarkan pengalaman, yaitu :

    1. Makanan dan minuman yang paling sehat, bukanlah makanan dan minuman
    yang mahal dan enak, tetapi makanan yang bisa berbagi dengan mereka yang
    tak punya, yang terdiam dalam lapar, dan dahaga dalam haus.

    2. Make up terbaik bukanlah make up mahal dari salon ternama, tapi make up
    yang bisa membuat kita tersenyum tulus pada sesama

    3. Tugas terberat bukanlah tugas lembur sampai pagi dan mempertaruhkan
    nyawa, tapi belajar dan belajar untuk mengendalikan nafsu yang dimiliki,
    terlebih manakala kita dimarahi dan di-dzolimi tanpa sebab yang jelas

    4. Pakaian yang menarik bukanlah pakaian yang bermerk terkenal, tapi
    pakaian yang bisa kita berikan pada mereka yang menggigil kedinginan, dan
    penuh keterbatasan

    5. Sepatu terbaik bukanlah sepatu dari negara maju, tapi sepatu yg bisa
    menjadi alas kaki bagi kaum papa tak berdaya, bagi anak – anak miskin yang
    ingin sekolah, bagi mereka yang kepanasan karena aspal jalanan

    6. Rumah terbagus bukanlah rumah mewah dan megah, tapi rumah yang
    senantiasa dihiasi oleh kalimah – kalimah thoyibah, serta menjadi
    pelindung bagi kaum miskin dan yatim yang sangat membutuhkan tempat tuk
    berteduh

    7. Kendaraan terbaik bukan kendaraan keluaran terbaru, tapi kendaraan yang
    senantiasa mendekatkan kita tuk berbuat kebaikan, kendaraan yang bisa
    mengantarkan kita ke tempat – tempat ibadah menuju ridlo-Nya

    8. Kepandaian yang terbaik bukanlah pengetahuan luas tanpa batas, tapi
    pengetahuan yang bisa dibagi untuk mereka yang memerlukannya, dan bisa
    memberi secercah harapan dalam meraih masa depan yang mereka impikan

    9. Wajah yang tercantik/ tampan bukanlah wajah putih mulus tanpa jerawat,
    tetapi wajah yang senantiasa berhiaskan air mata tobat manakala berbuat
    salah, dan wajah – wajah ikhlas dalam menerima segala ketentuan-Nya

    10. Bibir terindah bukanlah bibir merah bak buah delima yang merekah, tapi
    bibir yang senantiasa basah menyebut asma-Nya, meng-agungkan
    kebesaran-Nya, dan bibir yang senantiasa menghindarkan diri dari dusta dan
    menyakitkan orang lain

    11. Mata yang paling menarik bukanlah mata hitam, hijau atau biru, tetapi
    mata yang senantiasa tersentuh ketika melihat penderitaan dan kesulitan
    orang lain, dan segera berbuat sesuai kemampuan yang dimiliki.

    Sahabat…
    Itulah sedikit kilasan ilmu kejiwaan yang bisa saya sampaikan
    Semoga bisa memberi manfaat yang bisa direnungkan
    Sekaligus menjadi renungan yang bermanfaat. Amin
    Tak lupa saya sampaikan maaf…bila ada tulisan yang tak berkenan

    Bandung, 25 Februari 2008
    Kang De / 0813-2020-9550

  2. freewillie said,

    March 24, 2008 at 6:37 am

    @Kang De:
    Thanks postingannya, tapi sayang, sebagai seorang hardcore, aku sendiri kurang suka dengan kalimat yg berbelit2. Aku mencoba untuk menikmatinya, tapi tetap saja gak bisa.

    Thanks anyway for the post :)

  3. sammy said,

    June 6, 2008 at 2:20 pm

    “Tidak ada seorangpun yang bisa mengerti KEBENARAN jika ia berada di luar kebenaran itu sendiri. Yesus berkata: “Akulah jalan kebenaran dan hidup…” IA adalah kebenaran itu sendiri. so, percaya Yesus dan menerima-Nya sebagai TUHAN and JURUSELAMATmu maka engkau pasti menegerti Kebenaran. GBU.

  4. deddy said,

    December 14, 2008 at 8:50 am

    salam kenal semuanya….
    bersyukur bisa ng-Oment di web ini…
    thx buangetzz
    bwt yang pengen diskusi masalah Alkitab lain, silahkan send e-mail di
    ( deddyamala@yahoo.com ) atau ( sulistrianto@yahoo.com )
    God bless you all…:)

  5. fajar said,

    January 15, 2010 at 6:13 am

    Terima kasih atas tulisannya.

    sudikah anda membaca blog saya, http://faithbookz.blogspot.com

    DAFTAR ISI:

    I. SEJARAH YERUSALEM

    (A) Hubungan Alkitab dengan Yerusalem (B) Peristiwa yang berkaitan dengan gunung Moria (C) Nubuat tentang terbentuknya negara Israel.

    II. SEJARAH ALKITAB

    (A) Terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Inggris modern

    III. KEEMPAT KITAB INJIL

    (A) Matius (B) Markus (C) Lukas (D) Yohanes

    IV. JENIS-JENIS SISTEM PENANGGALAN (KALENDER)

    (A) Kalender Yahudi (B) Kalender Julian (C) Kalender Gregorian (D) Penetapan tanggal perayaan Natal

    V. TALMUD & MIDRASH

    (A) Kisah Abraham VS Nimrod dalam tradisi Yahudi (Talmud) (B) Otoritas perkataan Yesus Kristus.

    VI. KAISAR ROMAWI YANG MEMERINTAH PADA ERA PERJANJIAN BARU

    VII. JAM BERAPA YESUS DISALIBKAN?

    (A) Pembagian malam orang Yahudi kuno (B) Pembagian malam orang Romawi

    VIII. PASKAH & PERAYAAN ROTI TAK BERAGI

    (A) Penetapan tanggal Paskah

    IX. MAKAN PASKAH & PERJAMUAN MAKAN DALAM INJIL SINOPTIK DAN INJIL YOHANES

    X. ADA BERAPA JAM DALAM SATU HARI

    XI. APAKAH YESUS BERADA 3 HARI DALAM MAUT?

    XII. YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH

    XIII. YESUS KRISTUS, ANAK MANUSIA

    (A) Tabir/ tirai Bait Allah (B) Tujuan diberikannya hukum Taurat

    XIV. KITAB YUNUS

    XV. TIGA HARI TIGA MALAM DALAM RAHIM BUMI

    XVI. MENAWAN AJARAN-AJARAN ROH ANTIKRISTUS

    (A) Ajaran Gnostikisme (B) Injil Petrus (C) Injil Tomas (D) Injil Barnabas (E) Injil Filipus (F) Injil Ibrani

  6. acimz said,

    April 18, 2011 at 11:07 am

    Keren..top markotop…Injil selalu menang atas tuduhan2..mereka yg tidak mengerti atau buta sejarah akan terpeleset dalam rangkaian kalimat yg membingungkan,krn TIDAK MENGERTI Sejarah..yang sezaman dgn para rasul aja sdh byk penyimpangan dari bidat2 apalagi yg berbeda jarak 5-6 abad pasti ajaran bidat makin berkembang,bervariasi dan dikemas dan dicomot ayat per ayat tanpa tahu sejarah Injil itu sendiri serta jaUuuuuuuh dari esensi asli pemikiran rasul awal..saya senang dgn blog ini,semakin menguatkan iman saya kpd Yesus.. JBU!

  7. Nina said,

    April 10, 2013 at 3:42 am

    This is a message to the webmaster. Your website is missing out on at least 300 visitors per day. I have found a company which offers to dramatically increase your traffic to your site: http://voxseo.com/traffic/ They offer 1,000 free visitors during their free trial period and I managed to get over 30,000 visitors per month using their services, you could also get lot more targeted traffic than you have now. Hope this helps :) Take care.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: